Pemda Sumbawa Tanggapi Keberatan Pihak Abdul Azis Terkait Pengadaan Tanah di Kawasan Samota

Spread the love

Sumbawa Besar NTB,
Bidikan Kamera News

Keberatan Pihak Abdul Asiz yang marak di media sosial terkait Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Prasarana dan Sarana olahraga Pemerintah Daerah di Kawasan SAMOTA, Pemkab Sumbawa melalui Kepala Bidang Pertanahan Dinas PRKP Kab. Sumbawa selaku Anggota Tim Pelaksana Pengadaan Tanah, Surbini, SE.,MM angkat bicara.

Sebenarnya permasalahan keberatan Abdul Asiz ini sudah berkali kali disampaikan dan dijelaskan baik saat beliau demo ke Pemkab Sumbawa maupun saat hearing di DPRD Kab. Sumbawa.

Ditemui di ruang kerja Kabag Prokopim, Deden Fitriyadi, S.STP., M.Si Rabu (14/6), Surbini menjelaskan kronologi proses Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Prasarana dan Sarana olahraga Pemerintah Daerah di Kawasan SAMOTA. Dijelaskan Surbini, dalam proses pengadaan tanah tersebut, Pemerintah Kab. Sumbawa mengacu pada 3 regulasi yaitu, UU No. 2/2012, PP No. 19/2021 dan Permen ATR/Kepala BPN RI No. 19/2021 terkait penyelenggaraan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum.

Menurutnya, pengadaan tanah di atas 5 hektar harus dilakukan melalui 4 tahapan, yaitu tahapan perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan penyerahan hasil.

Terkait pengadaan tanah Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Prasarana dan Sarana olahraga Pemerintah Daerah di Kawasan SAMOTA termasuk di dalamnya lokasi untuk MXGP dengan luas seluruhnya mencapai 69,3 Hektar, harus dilakukan melalui 4 tahapan proses pengadaan tanah.

Pada tahapan persiapan, lanjut Surbini, telah dilakukan proses sosialisasi yang dibuktikan dengan telah ditandatanganinya Berita Acara Sosialisasi pada tanggal 22 September 2022, pendataan awal pihak yang berhak, konsultasi publik, dan penetapan lokasi pada tahun 2022. Pemkab Sumbawa dalam melaksanakan sosialisasi dan konsultasi publik telah mengundang para pihak yang berhak, termasuk Abdul Azis sebagai pihak yang berhak.

“Berdasarkan hasil pendataan awal pihak yang berhak, terdapat 3 pemilik tanah yang berhak, meski secara administrasinya terdapat 8 (delapan) nama yaitu Pihak Ali BD terdiri 3 nama (Ali BD, Ahmad Zulfikar dan drg. H. Asrul Sani), Pihak Sangka Suci 4 nama (Sangka Suci, Putu Candrawaty, Ni Made Tjandri dan Hj. Siti Maryam) dan Pihak Abdul Azis sendiri”, jelas Surbini.

Abdul Azis sendiri masuk sebagai pihak yang berhak karena yang bersangkutan telah melakukan gugatan perkara ke Pengadilan Negeri Sumbawa Besar dengan No. Perkara 12/Pdt.G/2022/PN.Sbw. Sangka Suci dan saudaranya masuk sebagai pihak yang berhak karena yang bersangkutan memegang sertifikat. Ali BD dan kedua anaknya masuk sebagai pihak yang berhak karena yang bersangkutan memiliki sertifikat, perikatan jual beli, sporadik dan akta jual beli.

Adapun Abdul Azis lanjut Surbini, pada dasarnya tidak memiliki satu pun bukti dokumen kepemilikan yang diserahkan ke Tim Pengadaan Tanah, kecuali nomor perkara yang menerangkan bahwa yang bersangkutan sedang berperkara di Pengadilan Negeri Sumbawa.

Djelaskan Surbini, pada saat konsultasi publik, para pihak yang berhak telah setuju terkait rencana Pemkab Sumbawa melakukan Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Prasarana dan Sarana olahraga Pemerintah Daerah di Kawasan SAMOTA yang dibuktikan dengan telah ditandatanganinya dokumen Berita Acara Kesepakatan Lokasi Pembangunan pada tanggal 19 Oktober 2022, yang mana Abdul Azis juga ikut bertandatangan di dalamnya.

Pemkab Sumbawa melalui Tim Persiapan Pengadaan Tanah yang diketuai langsung oleh Bupati Sumbawa menetapkan lokasi sebagaimana Keputusan Bupati Sumbawa Nomor 1024 Tahun 2022 Tanggal 20 Oktober 2022 tentang Penetapan Lokasi Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Prasarana dan Sarana olahraga Pemerintah Daerah di Kawasan SAMOTA.
SK Penetapan Lokasi diumumkan kepada publik selama 30 hari. Sampai dengan berakhirnya masa pengumuman, tidak ada satupun para pihak yang mengajukan keberatan. Sehingga Pemkab Sumbawa melanjutkan ke tahapan berikutnya yaitu bersurat ke Kanwil BPN Provinsi NTB, karena berdasarkan regulasi yang ada, tahapan ketiga (pelaksanaan) adalah kewenangan Kanwil BPN Provinsi NTB.
Kanwil BPN Provinsi NTB kemudian menindaklanjuti surat tersebut dengan menugaskan Kepala Kantor Pertanahan Kab. Sumbawa sebagai Ketua Tim Pelaksana Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Prasarana dan Sarana olahraga Pemerintah Daerah di Kawasan SAMOTA

Seiring berjalannya waktu, lanjut Surbini, Tim Pelaksana Pengadaan Tanah bekerja melakukan pengukuran bidang-bidang tanah. Sebelum dilakukan pengukuran, diadakan rapat Tim Pelaksana, dan di dalam rapat tersebut diketahui bahwa sudah ada keputusan yang berkekuatan hukum tetap (incrah) terhadap perkara nomor 12/Pdt.G/2022/PN.Sbw. (Peta Bidang 4, 14 dan 15 yang di permasalahkan oleh pihak Abdul Azis adalah bagian perkara nomor 12/Pdt.G/2022/PN.Sbw.) yang isi keputusannya menolak gugatan Abdul Azis.

Terkait hasil keputusan tersebut, Tim Pelaksana Pengadaan Tanah pernah menanyakan kepada kuasa hukum pihak Abdul Azis, dan dijawab bahwa tidak ada pihak yang kalah dan menang dalam hal ini.
Kemudian ditanyakan juga kepada pihak Ali BD, dan dijawab bahwa pihaknyalah yang menang. Sehingga Tim Pelaksana Pengadaan Tanah berkoordinasi dengan Pengadilan Negeri Sumbawa terkait keputusan perkara nomor 12/Pdt.G/2022/PN.Sbw, dan diketahui bahwa gugatan keberatan pihak Abdul Azis memang ditolak, sehingga pihak Abdul Azis tidak dilibatkan dalam proses selanjutnya yaitu Pengukuran Bidang Tanah karena sudah ada keputusan yang berkekuatan hukum tetap (incrah) atas perkara nomor 12/Pdt.G/2022/PN.Sbw. (Peta Bidang 4, 14 dan 15 yang di permasalahkan oleh pihak Abdul Azis adalah bagian dalam perkara nomor 12/Pdt.G/2022/PN.Sbw.)

Selanjutnya pada tanggal 22 Desember 2022, Tim Pelaksana Pengadaan Tanah mengumumkan hasil inventarisasi dan identifikasi peta bidang dan daftar nominatif Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Prasarana dan Sarana olahraga Pemerintah Daerah di Kawasan SAMOTA. Pengumuman tersebut dilakukan selama 14 hari kerja sampai dengan tanggal 10 Januari 2023, telah diumumkan melalui media cetak, online, ditempel di Kantor Kelurahan Brang Biji dan Kantor Kecamatan Sumbawa. Pada saat proses pengumuman tersebut, ternyata masuk gugatan / keberatan yang ke-2 dari pihak Abdul Azis dengan nomor perkara 50/Pdt.G/2022/PN.Sbw, yang digugat / keberatannya hanya terhadap 7 (tujuh) sertifikat dengan SHM Nomor 2742, 2800, 2799, 2743, 2744, 2731 dan 2732 diduga terjadi pemalsuan. Karena adanya keberatan tersebut, akhirnya Tim Pelaksana memutuskan 7 (tujuh) sertifikat dianggap bersengketa. Sedangkan untuk Peta Bidang 4, 14 dan 15 yang di permasalahkan oleh pihak Abdul Azis tidak masuk dalam gugatan / keberatan.

Selanjutnya pada tanggal 30 Januari 2023, pihak Abdul Azis melalui Kuasa Hukumnya, Imam Wahyudin, SH kembali mengajukan surat keberatan dan Surat Pencegahan / pemblokiran terhadap peta bidang 4, 14 dan 15 dari Abdul Asiz tertanggal 10 Pebruari 2023. Keberatan Abdul Asiz dan kuasa hukumnya oleh Tim Pelaksana Pengadaan Tanah Tidak Dapat Diterima / Ditolak karena melampaui batas waktu pengajuan keberatan sebagaimana yang telah ditetapkan (14 hari kerja sejak tanggal ditetapkan pada tanggal 22 Desember 2022). Hasil inventarisasi dan identifikasi peta bidang dan daftar nominatif bersifat final dan dijadikan dasar pembayaran ganti kerugian.

Selanjutnya pada saat musyawarah penetapan bentuk ganti kerugian, Tim Pelaksana Pengadaan Tanah mengundang kembali pihak Abdul Azis sebagai pihak yang berhak karena adanya gugatan ke-2 dengan nomor perkara 50/Pdt.G/2022/PN.Sbw, Dalam musyawarah tersebut, para pihak yang berhak sepakat dengan jumlah nilai ganti kerugian dan bentuk ganti kerugian berupa uang.

Kemudian Tim Pelaksana membuat validasi pembayaran ganti kerugian. Adapun yang dilakukan pembayaran hanya bidang tanah yang tidak masuk dalam sengketa. Menurut Surbini, secara keseluruhan terdapat 16 bidang tanah yang masuk dalam proses Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Prasarana dan Sarana olahraga Pemerintah Daerah di Kawasan SAMOTA.

Dari 16 bidang tersebut, 8 bidang di antaranya masih dalam sengketa, yaitu 7 (tujuh) bidang bersengketa dengan Abdul Azis / Ahmad Zulfikar, drg. H. Asrul Sani, dan 1 bidang bersengketa dengan Sangka Suci dkk / Ali BD. Kedelapan bidang tersebut nilai ganti kerugiannya sebesar ± Rp 43,8 Milyar yang saat ini uangnya telah dititipkan di Pengadilan Negeri Sumbawa sebagai konsinyasi atau penitipan uang ganti kerugian di Pengadilan. Adapun bidang tanah yang tidak bersengketa sebanyak 8 bidang telah dilakukan pembayaran sebesar ± Rp. 8,7 Milyar.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah melakukan Pembayaran Ganti Kerugian kepada pihak yang berhak terhadap Peta bidang 4, 14 dan 15 berdasarkan Validasi Pemberian Ganti Kerugian dalam Bentuk Uang dari Tim Pelaksana Pengadaan Tanah, bagian dari gugatan perkara nomor 12/Pdt.G/2022/PN.Sbw.) yang telah incrah dan masuk dalam 8 (delapan) bidang tanah yang tidak bersengketa.

Pada tanggal 28 April 2023 telah dilaksanakan Tahapan Penyerahan Hasil Pengadaan Tanah oleh Kepala Kantor Pertanahan kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa, sehingga proses Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Prasarana dan Sarana olahraga Pemerintah Daerah di Kawasan SAMOTA dinyatakan selesai dan tanah tersebut sudah menjadi Aset Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Berdasarkan uraian diatas tidak benar Pemerintah Kabupaten Sumbawa melakukan perampasan hak Abdul Asiz dalam pelaksanaan proses Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Prasarana dan Sarana olahraga Pemerintah Daerah di Kawasan SAMOTA (sebagian digunakan untuk MXGP). (**)


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Next Post

Pajak Dalam Stabilitas Ekonomi Sebagai Upaya Pengendalian Pencemaran Lingkungan

Jum Jun 16 , 2023
Spread the love       Oleh: Yuni Yolanda, S.Pi., M.Si. (Dosen Teknik Lingkungan UTS)   Indonesia menghadapi sejumlah permasalahan lingkungan yang sangat […]
Bidikkameranews 2020 I Copyright All right reserved Theme: Default Mag by ThemeInWP
content-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

berita 128000726

berita 128000727

berita 128000728

berita 128000729

berita 128000730

berita 128000731

berita 128000732

berita 128000733

berita 128000734

berita 128000735

berita 128000736

berita 128000737

berita 128000738

berita 128000739

berita 128000740

berita 128000741

berita 128000742

berita 128000743

berita 128000744

berita 128000745

berita 128000746

berita 128000747

berita 128000748

berita 128000749

berita 128000750

berita 128000751

berita 128000752

berita 128000753

berita 128000754

berita 128000755

artikel 128000821

artikel 128000822

artikel 128000823

artikel 128000824

artikel 128000825

artikel 128000826

artikel 128000827

artikel 128000828

artikel 128000829

artikel 128000830

artikel 128000831

artikel 128000832

artikel 128000833

artikel 128000834

artikel 128000835

artikel 128000836

artikel 128000837

artikel 128000838

artikel 128000839

artikel 128000840

artikel 128000841

artikel 128000842

artikel 128000843

artikel 128000844

artikel 128000845

artikel 128000846

artikel 128000847

artikel 128000848

artikel 128000849

artikel 128000850

article 138000756

article 138000757

article 138000758

article 138000759

article 138000760

article 138000761

article 138000762

article 138000763

article 138000764

article 138000765

article 138000766

article 138000767

article 138000768

article 138000769

article 138000770

article 138000771

article 138000772

article 138000773

article 138000774

article 138000775

article 138000776

article 138000777

article 138000778

article 138000779

article 138000780

article 138000781

article 138000782

article 138000783

article 138000784

article 138000785

article 138000816

article 138000817

article 138000818

article 138000819

article 138000820

article 138000821

article 138000822

article 138000823

article 138000824

article 138000825

article 138000826

article 138000827

article 138000828

article 138000829

article 138000830

article 138000831

article 138000832

article 138000833

article 138000834

article 138000835

article 138000836

article 138000837

article 138000838

article 138000839

article 138000840

article 138000841

article 138000842

article 138000843

article 138000844

article 138000845

article 138000786

article 138000787

article 138000788

article 138000789

article 138000790

article 138000791

article 138000792

article 138000793

article 138000794

article 138000795

article 138000796

article 138000797

article 138000798

article 138000799

article 138000800

article 138000801

article 138000802

article 138000803

article 138000804

article 138000805

article 138000806

article 138000807

article 138000808

article 138000809

article 138000810

article 138000811

article 138000812

article 138000813

article 138000814

article 138000815

story 138000816

story 138000817

story 138000818

story 138000819

story 138000820

story 138000821

story 138000822

story 138000823

story 138000824

story 138000825

story 138000826

story 138000827

story 138000828

story 138000829

story 138000830

story 138000831

story 138000832

story 138000833

story 138000834

story 138000835

story 138000836

story 138000837

story 138000838

story 138000839

story 138000840

story 138000841

story 138000842

story 138000843

story 138000844

story 138000845

article 138000726

article 138000727

article 138000728

article 138000729

article 138000730

article 138000731

article 138000732

article 138000733

article 138000734

article 138000735

article 138000736

article 138000737

article 138000738

article 138000739

article 138000740

article 138000741

article 138000742

article 138000743

article 138000744

article 138000745

article 208000456

article 208000457

article 208000458

article 208000459

article 208000460

article 208000461

article 208000462

article 208000463

article 208000464

article 208000465

article 208000466

article 208000467

article 208000468

article 208000469

article 208000470

journal-228000376

journal-228000377

journal-228000378

journal-228000379

journal-228000380

journal-228000381

journal-228000382

journal-228000383

journal-228000384

journal-228000385

journal-228000386

journal-228000387

journal-228000388

journal-228000389

journal-228000390

journal-228000391

journal-228000392

journal-228000393

journal-228000394

journal-228000395

journal-228000396

journal-228000397

journal-228000398

journal-228000399

journal-228000400

journal-228000401

journal-228000402

journal-228000403

journal-228000404

journal-228000405

article 228000376

article 228000377

article 228000378

article 228000379

article 228000380

article 228000381

article 228000382

article 228000383

article 228000384

article 228000385

article 228000386

article 228000387

article 228000388

article 228000389

article 228000390

article 228000391

article 228000392

article 228000393

article 228000394

article 228000395

article 228000396

article 228000397

article 228000398

article 228000399

article 228000400

article 228000401

article 228000402

article 228000403

article 228000404

article 228000405

article 228000406

article 228000407

article 228000408

article 228000409

article 228000410

article 228000411

article 228000412

article 228000413

article 228000414

article 228000415

article 228000416

article 228000417

article 228000418

article 228000419

article 228000420

article 228000421

article 228000422

article 228000423

article 228000424

article 228000425

article 228000426

article 228000427

article 228000428

article 228000429

article 228000430

article 228000431

article 228000432

article 228000433

article 228000434

article 228000435

article 238000461

article 238000462

article 238000463

article 238000464

article 238000465

article 238000466

article 238000467

article 238000468

article 238000469

article 238000470

article 238000471

article 238000472

article 238000473

article 238000474

article 238000475

article 238000476

article 238000477

article 238000478

article 238000479

article 238000480

article 238000481

article 238000482

article 238000483

article 238000484

article 238000485

article 238000486

article 238000487

article 238000488

article 238000489

article 238000490

article 238000491

article 238000492

article 238000493

article 238000494

article 238000495

article 238000496

article 238000497

article 238000498

article 238000499

article 238000500

article 238000501

article 238000502

article 238000503

article 238000504

article 238000505

article 238000506

article 238000507

article 238000508

article 238000509

article 238000510

article 238000511

article 238000512

article 238000513

article 238000514

article 238000515

article 238000516

article 238000517

article 238000518

article 238000519

article 238000520

update 238000492

update 238000493

update 238000494

update 238000495

update 238000496

update 238000497

update 238000498

update 238000499

update 238000500

update 238000501

update 238000502

update 238000503

update 238000504

update 238000505

update 238000506

update 238000507

update 238000508

update 238000509

update 238000510

update 238000511

update 238000512

update 238000513

update 238000514

update 238000515

update 238000516

update 238000517

update 238000518

update 238000519

update 238000520

update 238000521

sumbar-238000396

sumbar-238000397

sumbar-238000398

sumbar-238000399

sumbar-238000400

sumbar-238000401

sumbar-238000402

sumbar-238000403

sumbar-238000404

sumbar-238000405

sumbar-238000406

sumbar-238000407

sumbar-238000408

sumbar-238000409

sumbar-238000410

content-1701