Kabupaten Sumbawa Terima Kunjungan Delegasi JICA Jepang, Jajaki Investasi Peternakan Sapi Terintegrasi

Spread the love

Sumbawa Besar, bidikankameranews.com – Kabupaten Sumbawa menerima kunjungan delegasi Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam rangka penjajakan investasi proyek peternakan sapi terintegrasi. Rombongan diterima langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP bersama jajaran Forkopimda dan OPD terkait di Ruang Rapat H. Hasan Usman, Kantor Bupati Sumbawa, rabu (24/9).

Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa Sumbawa merupakan kabupaten dengan lahan terluas di NTB, yang menyimpan potensi besar untuk pengembangan peternakan sapi. Namun, tantangan utama masih pada keterbatasan pakan, air, serta sarana pendukung modern.

“Masyarakat biasa umumnya hanya mampu memelihara 3–4 ekor sapi karena keterbatasan lahan dan pakan, sebagian besar lahan telah digunakan untuk menanam jagung. Sementara peternakan semi modern seperti yang dikelola Pak Mukhlis di Labangka membutuhkan modal besar,” jelas Bupati.

Lokasi Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Labangka menjadi sorotan utama, karena merupakan lahan pemerintah yang direncanakan untuk program peternakan berkelanjutan. Di kawasan ini, konsep integrasi antara lahan pakan, kandang, dan sistem manajemen modern sedang digodok.

Selain itu, Pemkab Sumbawa juga tengah mengusulkan pembangunan Bendungan Labangka Komplek dengan anggaran sekitar Rp. 2,1 triliun. Proyek ini dinilai krusial untuk mendukung irigasi pertanian dan peternakan keberlanjutan. Namun, saat ini fokus pemerintah pusat dibawah Presiden Prabowo masih pada pembangunan jaringan irigasi, sehingga bendungan masih menunggu prioritas pendanaan.

Beberapa kendala utama yang dihadapi peternak sapi di Sumbawa antara lain :
1. Penurunan minat petani akibat sulitnya mencari pakan dan nilai jual sapi yang kurang sebanding.
2. Akses pasar terbatas, sapi lebih banyak dijual secara lokal.
3. Populasi ternak cenderung menurun meski lahan luas.
4. Harga daging tidak stabil dan belum ada fasilitas cool storage serta pengemasan modern.

Padahal, kebutuhan daging di NTB masih sangat tinggi, terutama untuk hotel berbintang dan perusahaan tambang, yang sebagian besar masih bergantung pada impor daging dari Australia.

Pihak JICA menegaskan bahwa proyek ini adalah bagian dari 85 proyek kerjasama Jepang di Indonesia, dengan peternakan sapi sebagai proyek ke-9. Ada 2.000 perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia, separuhnya di sektor manufaktur, terutama otomotif. Namun kini, banyak perusahaan mulai mencari peluang baru di bidang hilirisasi dan pangan.

“Kami membawa empat perusahaan Jepang, ditambah sebelas perusahaan besar lainnya yang tertarik pada tema peternakan. Kami ingin berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan Indonesia,” ujar perwakilan JICA.

Salah satu perusahaan yang hadir, PT Takakita, memaparkan inovasi teknologi pengolahan pakan. Mereka menawarkan mesin berbasis traktor yang mampu memanfaatkan tongkol jagung sebagai pakan ternak, solusi tepat mengingat jagung menjadi komoditas utama di Sumbawa.

Berdasarkan data Bappeda, Kabupaten Sumbawa memiliki kontribusi besar pada perekonomian NTB melalui beberapa komoditas unggulan :

Jagung : 46% terhadap NTB
Udang : 72,92% terhadap NTB, termasuk tertinggi di Indonesia
Rumput Laut : 67,54% terhadap NTB
Kopi : 42,27% terhadap NTB
Sapi Hidup : 29,97% terhadap NTB

Dari proyeksi potensi ini, pemerintah daerah menargetkan peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) melalui skema tarif pajak komoditas unggulan. Jika dioptimalkan, sektor peternakan sapi sendiri bisa menyumbang hingga Rp. 20,97 miliar per tahun.

Dengan adanya dukungan JICA dan investor Jepang, Pemkab Sumbawa berharap terwujudnya peternakan sapi terintegrasi yang mampu menjawab persoalan pakan, infrastruktur, hingga pemasaran. Proyek ini juga diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus mengurangi ketergantungan impor daging.

“Sumbawa punya lahan luas dan tenaga kerja yang banyak. Jika ada integrasi manajemen modern dengan dukungan Jepang, kami optimis Sumbawa bisa jadi pusat suplai daging sapi nasional,” pungkas Bupati. (*)


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Next Post

Wabup H. Ansori Letakkan Batu Pertama Bale Ngaji TPQ Al-Kautsar: “Mari Berfastabiqul Khoirot”

Jum Sep 26 , 2025
Spread the love       Sumbawa Besar, bidikankameranews.com – Peletakan batu pertama pembangunan Bale Ngaji TPQ Al-Kautsar di Dusun Sering Ai Mata, […]
content-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 138000571

article 138000572

article 138000573

article 138000574

article 138000575

article 138000576

article 138000577

article 138000578

article 138000579

article 138000580

article 138000581

article 138000582

article 138000583

article 138000584

article 138000585

article 138000586

article 138000587

article 138000588

article 138000589

article 138000590

article 138000591

article 138000592

article 138000593

article 138000594

article 138000595

article 138000596

article 138000597

article 138000598

article 138000599

article 138000600

article 138000601

article 138000602

article 138000603

article 138000604

article 138000605

article 138000606

article 138000607

article 138000608

article 138000609

article 138000610

article 138000611

article 138000612

article 138000613

article 138000614

article 138000615

article 138000616

article 138000617

article 138000618

article 138000619

article 138000620

article 138000621

article 138000622

article 138000623

article 138000624

article 138000625

article 138000626

article 138000627

article 138000628

article 138000629

article 138000630

article 138000631

article 138000632

article 138000633

article 138000634

article 138000635

article 138000636

article 138000637

article 138000638

article 138000639

article 138000640

article 138000641

article 138000642

article 138000643

article 138000644

article 138000645

article 158000426

article 158000427

article 158000428

article 158000429

article 158000430

article 158000436

article 158000437

article 158000438

article 158000439

article 158000440

article 208000456

article 208000457

article 208000458

article 208000459

article 208000460

article 208000461

article 208000462

article 208000463

article 208000464

article 208000465

article 208000466

article 208000467

article 208000468

article 208000469

article 208000470

208000446

208000447

208000448

208000449

208000450

208000451

208000452

208000453

208000454

208000455

article 228000306

article 228000307

article 228000308

article 228000309

article 228000310

article 228000311

article 228000312

article 228000313

article 228000314

article 228000315

article 238000291

article 238000292

article 238000293

article 238000294

article 238000295

article 238000296

article 238000297

article 238000298

article 238000299

article 238000300

article 238000301

article 238000302

article 238000303

article 238000304

article 238000305

article 238000306

article 238000307

article 238000308

article 238000309

article 238000310

article 238000311

article 238000312

article 238000313

article 238000314

article 238000315

article 238000316

article 238000317

article 238000318

article 238000319

article 238000320

article 238000321

article 238000322

article 238000323

article 238000324

article 238000325

article 238000326

article 238000327

article 238000328

article 238000329

article 238000330

article 238000331

article 238000332

article 238000333

article 238000334

article 238000335

article 238000336

article 238000337

article 238000338

article 238000339

article 238000340

article 238000341

article 238000342

article 238000343

article 238000344

article 238000345

article 238000346

article 238000347

article 238000348

article 238000349

article 238000350

sumbar-238000276

sumbar-238000277

sumbar-238000278

sumbar-238000279

sumbar-238000280

sumbar-238000281

sumbar-238000282

sumbar-238000283

sumbar-238000284

sumbar-238000285

sumbar-238000286

sumbar-238000287

sumbar-238000288

sumbar-238000289

sumbar-238000290

sumbar-238000291

sumbar-238000292

sumbar-238000293

sumbar-238000294

sumbar-238000295

sumbar-238000296

sumbar-238000297

sumbar-238000298

sumbar-238000299

sumbar-238000300

sumbar-238000301

sumbar-238000302

sumbar-238000303

sumbar-238000304

sumbar-238000305

sumbar-238000306

sumbar-238000307

sumbar-238000308

sumbar-238000309

sumbar-238000310

sumbar-238000311

sumbar-238000312

sumbar-238000313

sumbar-238000314

sumbar-238000315

sumbar-238000316

sumbar-238000317

sumbar-238000318

sumbar-238000319

sumbar-238000320

sumbar-238000321

sumbar-238000322

sumbar-238000323

sumbar-238000324

sumbar-238000325

sumbar-238000326

sumbar-238000327

sumbar-238000328

sumbar-238000329

sumbar-238000330

sumbar-238000331

sumbar-238000332

sumbar-238000333

sumbar-238000334

sumbar-238000335

sumbar-238000336

sumbar-238000337

sumbar-238000338

sumbar-238000339

sumbar-238000340

sumbar-238000341

sumbar-238000342

sumbar-238000343

sumbar-238000344

sumbar-238000345

sumbar-238000346

sumbar-238000347

sumbar-238000348

sumbar-238000349

sumbar-238000350

content-1701