
Sumbawa, bidikankameranews.com –
Sekolah Pilar Muda resmi memulai rangkaian kegiatannya pada Rabu, 20 Mei 2026, di Aula H.A. Mudji Taslim. Program yang diselenggarakan melalui kerja sama MPR RI bersama MY Institute tersebut diikuti oleh pelajar dan pemuda se-Kabupaten Sumbawa sebagai ruang pembinaan generasi muda dalam bidang kepemimpinan, pemikiran kritis, dan kepedulian sosial.
Kegiatan pembukaan berlangsung mulai pukul 08.11 WITA dan dipandu oleh MC Rabiyatunnisah. Suasana pembukaan berlangsung khidmat dengan diawali menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya secara bersama-sama sebagai bentuk penghormatan terhadap bangsa sekaligus penguatan nilai kebangsaan di kalangan peserta.
Kehadiran para peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa menjadi gambaran besarnya antusiasme generasi muda untuk terlibat dalam ruang pembelajaran yang memberikan kesempatan bagi mereka untuk berkembang dan menyampaikan gagasan terkait persoalan masyarakat dan pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Pilar Muda Dr. Miftahul Arzak, S.I.Kom., M.A., menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, menurutnya, anak muda perlu dipersiapkan menjadi pribadi yang kritis, aktif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya.
Ia menjelaskan bahwa lahirnya Sekolah Pilar Muda berawal dari hasil survei terhadap para pelajar yang menunjukkan bahwa anak muda membutuhkan ruang yang lebih terbuka dan interaktif. Mereka tidak hanya ingin menjadi pendengar, tetapi ingin ikut terlibat dalam proses berpikir dan perubahan sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan dibentuknya Sekolah Pilar Muda sebagai ruang pembelajaran yang memungkinkan peserta menyampaikan gagasan berdasarkan data dan kondisi nyata di lingkungan masing-masing.
Dr. Miftahul Arzak mengatakan bahwa para delegasi yang mengikuti kegiatan ini tidak langsung ditentukan begitu saja, tetapi melalui berbagai tahapan seleksi. Para peserta diminta menulis esai, melakukan wawancara dengan tokoh masyarakat, hingga mengikuti proses sidang rekomendasi. Seluruh proses tersebut dilakukan agar peserta mampu memahami persoalan sosial secara lebih mendalam.
Ia juga menekankan bahwa program ini mengajarkan kepada peserta bahwa idealisme harus dibarengi dengan pemahaman terhadap realitas dan fakta lapangan. Menurutnya, gagasan yang baik tidak cukup hanya disampaikan dalam forum diskusi, tetapi juga harus dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain menjadi ruang diskusi, Sekolah Pilar Muda juga akan mendampingi dan mendanai project sosial para delegasi. Langkah tersebut dilakukan agar ide yang dimiliki peserta dapat diwujudkan menjadi aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Sementara itu, sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI sekaligus Ketua Komite Sekolah Pilar Muda, H. Johan Rosihan, S.T., M.H., CPM. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Sekolah Pilar Muda hadir untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga mampu berpikir kritis, berdialog, memiliki jiwa kepemimpinan, dan kepedulian sosial.
Ia menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai ruang pembelajaran bagi anak muda agar mampu memahami persoalan masyarakat, menghargai perbedaan pandangan, serta mencari solusi nyata terhadap berbagai persoalan sosial, lingkungan, dan pembangunan daerah.
Menurutnya, para peserta akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan seperti karantina, simulasi sidang, diskusi kepemimpinan, resolusi konflik, hingga project sosial. Melalui proses tersebut, peserta diharapkan menjadi pemimpin yang tidak hanya kuat dalam gagasan, tetapi juga memiliki keberanian untuk hadir langsung di tengah masyarakat.
H. Johan Rosihan juga menyampaikan bahwa hasil rekomendasi sidang dari para peserta nantinya akan disampaikan kepada pemerintah daerah. Hal tersebut menjadi bentuk bahwa suara anak muda memiliki ruang untuk ikut memberikan kontribusi terhadap kebijakan publik di daerah.
Ia menilai bahwa generasi muda perlu diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangan dan solusi terhadap persoalan yang terjadi di lingkungan mereka. Dengan demikian, anak muda tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan itu sendiri.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kerja sama antara orang tua, sekolah, universitas, dan masyarakat dalam membentuk kualitas generasi penerus bangsa. Menurutnya, pembentukan karakter kepemimpinan dan kepedulian sosial membutuhkan dukungan bersama agar lahir generasi muda yang mampu membawa perubahan positif bagi daerah dan bangsa.
Ia berharap kegiatan Sekolah Pilar Muda mampu melahirkan jejaring pemuda Sumbawa yang saling mendukung, menjaga persaudaraan, serta menghadirkan gagasan baru untuk masa depan daerah.
Usai rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan secara simbolis melalui prosesi penyematan rompi kepada para delegasi yang berasal dari 10 regional se-Kabupaten Sumbawa.
Penyematan rompi dilakukan langsung oleh Kepala Sekolah Pilar Muda Dr. Miftahul Arzak, S.I.Kom., M.A., didampingi oleh Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi NTB serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa.
Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan Sekolah Pilar Muda sekaligus menjadi bentuk semangat dan komitmen para delegasi dalam mengikuti proses pembinaan kepemimpinan dan pengembangan kapasitas generasi muda.
Para peserta tampak mengikuti seluruh rangkaian pembukaan dengan penuh perhatian dan antusias. Kehadiran delegasi dari berbagai regional menunjukkan bahwa generasi muda memiliki keinginan besar untuk mendapatkan ruang belajar yang mampu mendorong mereka berpikir lebih luas dan memahami persoalan masyarakat secara langsung.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Rafly Akbar Hikmawan, S.T. Doa dipanjatkan agar seluruh rangkaian kegiatan Sekolah Pilar Muda dapat berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat bagi seluruh peserta yang mengikuti program tersebut.
Selain itu, doa juga menjadi bentuk harapan agar kegiatan ini mampu menjadi langkah awal dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Sekolah Pilar Muda diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda Sumbawa untuk belajar memahami persoalan sosial secara mendalam, menyusun gagasan berdasarkan kondisi nyata masyarakat, serta membangun keberanian untuk terlibat langsung dalam proses perubahan sosial di daerah.
Program tersebut juga diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya aktif berbicara, tetapi juga mampu bekerja sama, menghargai perbedaan pendapat, dan menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Kegiatan pembukaan Sekolah Pilar Muda resmi ditutup pada pukul 08.49 WITA.
Dengan dimulainya program tersebut, para peserta diharapkan mampu mengikuti seluruh proses pembelajaran dengan baik dan menjadi generasi muda yang mampu membawa perubahan positif bagi Kabupaten Sumbawa serta masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. (*)













