Mantan Guru Bicara Tentang Haji Firin (1): Sosok Cerdas dan Berani

Spread the love

Taliwang, bidikankameranews.com -Sosok Dr Ir HW Musyafirin MM (Haji Firin) meninggalkan kesan sangat mendalam bagi para guru yang sempat mengajar Bupati Sumbawa Barat dua periode itu saat menempuh pendidikan di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mereka menilai Haji Firin adalah sosok yang cerdas dan berani.


Kebanggaan seorang guru adalah ketika bekas anak didiknya sukses dalam bidang yang ditekuni. Itu pula yang dirasakan Abdul Halim Muhammad, pensiunan guru SD yang mengaku bangga bekas anak didiknya, Haji Firin, sukses sebagai birokrat dan juga politisi.

Abdul Halim yang kini berusia 74 tahun dan menghabiskan masa pensiunnya di Taliwang, menjadi salah satu guru yang mengajar di SDN 1 Desa Beru Kecamatan Brang Rea, Sumbawa Barat, tempat Haji Firin menempuh pendidikan dasar.

Suatu hari, saat Abdul Halim yang baru diangkat menjadi guru sedang mengajar di kelas 4. Dari kelas sebelah (kelas 3), ia mendengar perdebatan antara guru yang sedang mengajar pelajaran bahasa Indonesia dengan seorang siswa. Perdebatan itu tentang penggalan kata yang merubah makna suatu kalimat. Ia kemudian mencari tahu siapa siswa itu.

“Ternyata Haji Firin, dia adu argumentasi dengan gurunya. Dari situ saya jadi tahu, dia murid yang cerdas, berbakat dan berani,” ungkap Abdul Halim yang ditemui di kediamannya di Kelurahan Kuang, Taliwang.

“Tak mungkin seorang murid berdebat dengan gurunya terkait pelajaran, kecuali murid itu pintar dan berani,” imbuhnya.

Pengakuan serupa juga diungkap Ibu Muslinah. Wanita yang sekarang berusia 84 tahun tapi secara fisik masih segar bugar itu pensiun sebagai guru pada 1998. Sejak pertama diangkat menjadi guru hingga pensiun, Ibu Muslinah yang lahir di Sumbawa menetap di Desa Beru.

Tidak banyak siswa yang ia ingat semasa mengajar di SDN Desa Beru di tahun 70-an. Namun sosok Haji Firin sangat melekat di memorinya. Di masa itu, seorang guru ditugaskan sebagai guru kelas dan mengajar untuk semua mata pelajaran.

“Beliau murid yang pandai dan cepat menangkap pelajaran,” sebutnya.

Hal lain yang melekat dalam ingatan Ibu Muslinah adalah sosok Haji Firin yang tidak pernah lupa terhadap guru-gurunya.

“Beberapa tahun lalu, dalam sebuah acara, dihadapan banyak orang yang hadir beliau menyebut saya sebagai gurunya. Tidak banyak orang, apalagi setelah menjadi orang besar yang bisa bersikap demikian. Beliau juga dekat dengan suami saya dan kerap mengunjungi kami kesini,” katanya bangga.

Sementara Ibu Nurkiyah Aswin, menyebut Haji Firin sebagai murid luar biasa. Mantan guru yang telah pensiun tahun 2015 itu, kini menetap di desa kelahirannya di Tepas Kecamatan Brang Rea. Ia mengingat Haji Firin sebagai siswa dengan perawakan kecil tapi gesit yang selalu aktif dalam belajar maupun kegiatan lainnya di sekolah.

Saat itu Ibu Nurkiyah Aswin berstatus sebagai guru yang baru lulus dan sedang menunggu SK pengangkatan dari Pemerintah. Sementara SK belum terbit Ia ditempatkan untuk mengabdi di SDN Desa Beru dan salah satu muridnya adalah Haji Firin.

“Saya mengajar beliau setahun di kelas 4. Beliau memang murid yang luarbiasa, cerdas di semua mata pelajaran dan selalu juara. Mungkin karena keturunan orang-orang cerdas. Hapalannya tentang pelajaran juga sangat kuat. Sekali saja diajar langsung terekam,” ungkapnya.

Ayah Haji Firin sendiri adalah seorang guru yang ditugaskan sebagai kepala sekolah di sekolah yang sama. Tapi satu hal yang mesti menjadi pelajaran bagi siswa jaman sekarang adalah sikap hormat seorang murid terhadap gurunya.

Di masa lampau, seorang murid sangat menghormati gurunya. Tidak ada murid yang berani melawan gurunya seperti jaman sekarang. Itu pula yang dialami dan dilakukan Haji Firin. Meski anak kepala sekolah, ia tetap mendapat perlakuan sama seperti murid lain dan tetap bersikap hormat kepada para guru-gurunya.

Ibu Nurkiyah Aswin lalu bercerita ketika pertama bersua dengan Haji Firin setelah sekian tahun tak bertemu. Saat itu Haji Firin telah menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) dan akan berangkat menunaikan ibadah haji bersama isterinya Hj Hanipah Musysfirin. Kebetulan saudara lelaki Ibu Nurkiyah Aswin berangkat haji bersamaan.

“Di acara syukuran haji itulah saya didekati dan beliau bilang ke isterinya bahwa saya adalah gurunya. Yang paling berkesan setelah beliau menjadi Bupati, ketika anak saya dilantik menjadi kepala desa bersama puluhan kepala desa lainnya. Beliau meminta ajudannya memanggil saya keatas panggung untuk foto bersama. Begitu hormat beliau kepada kami,” bebernya.

Satu lagi mantan guru yang pernah mengajar Haji Firin di sekolah dasar adalah Husain Ahmad. Ia mengajar Haji Firin di kelas 6 SD pada tahun 1974.

Ditemui di kediamannya di Desa Beru, Husain Ahmad yang saat ini berusia 82 tahun, mengaku sudah punya firasat bahwa suatu saat Haji Firin akan menjadi orang besar. Firasat itu terbukti, Haji Firin sukses dalam karirnya sebagai Birokrat dengan terpilih menjadi Sekda KSB (2011-2015) dan sukses menjadi Bupati (2015 hingga sekarang).

“Saya guru kelasnya dan mengajar semua pelajaran. Dia sangat cerdas dan anak yang baik,” ucapnya.

Perihal sosok Haji Firin yang cerdas dan berani juga diungkap Tokoh Sumbawa, drh H Zaedun Abdullah. Haji Zaedun pernah menjadi atasan langsung Haji Firin saat Sumbawa Barat masih menjadi bagian dari Kabupaten Sumbawa. Haji Zaedun saat itu adalah Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumbawa dan Haji Firin adalah Kepala KCD (Kantor Cabang Dinas) Peternakan Kecamatan Taliwang.

Ia mengaku beberapa kali ingin mempromosi dan mengajak pindah Haji Firin ke kantor dinas di Sumbawa, tetapi selalu ditolak.

“Beliau berani mengambil keputusan menolak dan tetap berkarir di Kecamatan karena melihat peluang Sumbawa bagian barat kedepan,”.

“Beliau lalu total berjuang untuk pembentukan KSB (HW Musyafirin menjabat sebagai Sekretaris Komite Pembentukan Kabupaten Sumbawa Barat – KPKSB) dan perjuangan itu berhasil dengan terbentuknya KSB pada tahun 2003,” bebernya.

Dari pengalaman itu, Haji Zaedun mengaku mengetahui secara persis bahwa Haji Firin adalah tokoh visioner dan berani dalam mengambil keputusan.

“Ini menjadi modal sangat penting dalam memimpin, ditambah pengalaman lengkap sebagai birokrat yang telah mencapai level tertinggi (HW Musyafirin mantan Sekda KSB sebelum menjadi Bupati) dan pengalaman politik dua periode sebagai bupati yang telah teruji, jadi beliau sangat layak mewakili masyarakat Pulau Sumbawa di kepemimpinan NTB,” cetusnya.(*)


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Next Post

ARUS BALIK LEBARAN H+5 Pelabuhan Poto Tano Terpantau Padat Merayap Namun Lancar

Sen Apr 15 , 2024
Spread the love      Sumbawa Barat,bidikankaneranews.com-Hari Raya Idul Fitri 1445 hijriah telah usai. Kini, saatnya para perantau kembali ke tempat perantauanya, karena […]
content-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 138000571

article 138000572

article 138000573

article 138000574

article 138000575

article 138000576

article 138000577

article 138000578

article 138000579

article 138000580

article 138000581

article 138000582

article 138000583

article 138000584

article 138000585

article 138000586

article 138000587

article 138000588

article 138000589

article 138000590

article 138000591

article 138000592

article 138000593

article 138000594

article 138000595

article 138000596

article 138000597

article 138000598

article 138000599

article 138000600

article 138000601

article 138000602

article 138000603

article 138000604

article 138000605

article 138000606

article 138000607

article 138000608

article 138000609

article 138000610

article 138000611

article 138000612

article 138000613

article 138000614

article 138000615

article 138000616

article 138000617

article 138000618

article 138000619

article 138000620

article 138000621

article 138000622

article 138000623

article 138000624

article 138000625

article 138000626

article 138000627

article 138000628

article 138000629

article 138000630

article 138000631

article 138000632

article 138000633

article 138000634

article 138000635

article 138000636

article 138000637

article 138000638

article 138000639

article 138000640

article 138000641

article 138000642

article 138000643

article 138000644

article 138000645

article 158000426

article 158000427

article 158000428

article 158000429

article 158000430

article 158000436

article 158000437

article 158000438

article 158000439

article 158000440

article 208000456

article 208000457

article 208000458

article 208000459

article 208000460

article 208000461

article 208000462

article 208000463

article 208000464

article 208000465

article 208000466

article 208000467

article 208000468

article 208000469

article 208000470

208000446

208000447

208000448

208000449

208000450

208000451

208000452

208000453

208000454

208000455

article 228000306

article 228000307

article 228000308

article 228000309

article 228000310

article 228000311

article 228000312

article 228000313

article 228000314

article 228000315

article 238000291

article 238000292

article 238000293

article 238000294

article 238000295

article 238000296

article 238000297

article 238000298

article 238000299

article 238000300

article 238000301

article 238000302

article 238000303

article 238000304

article 238000305

article 238000306

article 238000307

article 238000308

article 238000309

article 238000310

article 238000311

article 238000312

article 238000313

article 238000314

article 238000315

article 238000316

article 238000317

article 238000318

article 238000319

article 238000320

article 238000321

article 238000322

article 238000323

article 238000324

article 238000325

article 238000326

article 238000327

article 238000328

article 238000329

article 238000330

article 238000331

article 238000332

article 238000333

article 238000334

article 238000335

article 238000336

article 238000337

article 238000338

article 238000339

article 238000340

article 238000341

article 238000342

article 238000343

article 238000344

article 238000345

article 238000346

article 238000347

article 238000348

article 238000349

article 238000350

sumbar-238000276

sumbar-238000277

sumbar-238000278

sumbar-238000279

sumbar-238000280

sumbar-238000281

sumbar-238000282

sumbar-238000283

sumbar-238000284

sumbar-238000285

sumbar-238000286

sumbar-238000287

sumbar-238000288

sumbar-238000289

sumbar-238000290

sumbar-238000291

sumbar-238000292

sumbar-238000293

sumbar-238000294

sumbar-238000295

sumbar-238000296

sumbar-238000297

sumbar-238000298

sumbar-238000299

sumbar-238000300

sumbar-238000301

sumbar-238000302

sumbar-238000303

sumbar-238000304

sumbar-238000305

sumbar-238000306

sumbar-238000307

sumbar-238000308

sumbar-238000309

sumbar-238000310

sumbar-238000311

sumbar-238000312

sumbar-238000313

sumbar-238000314

sumbar-238000315

sumbar-238000316

sumbar-238000317

sumbar-238000318

sumbar-238000319

sumbar-238000320

sumbar-238000321

sumbar-238000322

sumbar-238000323

sumbar-238000324

sumbar-238000325

sumbar-238000326

sumbar-238000327

sumbar-238000328

sumbar-238000329

sumbar-238000330

sumbar-238000331

sumbar-238000332

sumbar-238000333

sumbar-238000334

sumbar-238000335

sumbar-238000336

sumbar-238000337

sumbar-238000338

sumbar-238000339

sumbar-238000340

sumbar-238000341

sumbar-238000342

sumbar-238000343

sumbar-238000344

sumbar-238000345

sumbar-238000346

sumbar-238000347

sumbar-238000348

sumbar-238000349

sumbar-238000350

content-1701