Pemda KSB Gelar Tabligh Refleksi Akhir Tahun Tuntas Baca Alqur’an Bersama Ustad DR.TGH.L.AHMAD .ZAENURI.LC.,MA

Taliwang, bidikankameranews.com -Kegiatan Tabligh Refleksi akhir tahun Tuntas Baca Al-Qur’an di Masjid Agung Darussalam Kabupaten Sumbawa Barat dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pembinaan keagamaan dan penguatan nilai-nilai spiritual masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Sumbawa Barat, Wakil Bupati Sumbawa Barat ( Ketua umum TBA ) , Sekda Sumbawa Barat, , Dandim 1626 SB, Kapolres Sumbawa Barat , unsur Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, para guru mengaji, serta masyarakat se-kecamatan Kabupaten Sumbawa Barat .Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan Bupati Sumbawa Barat H.Amar.Nurmansyah.ST.M.Si.,
Ketua Umum Tuntas Baca Alqur’an dan juga Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj Hanipa Musyafirin.S.Pdi.M.M.Inov., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tabligh Akbar akhir tahun ini sebagai ikhtiar bersama dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an serta menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini di tengah masyarakat.
” Hingga saat ini, TBA Sumbawa Barat telah membagikan sekitar 300 ribu mushaf Al-Qur’an dan memiliki sekitar 15 ribu anggota aktif ” kata Hj Hanipa
Kegiatan ini dirangkaikan dengan pemberian hadiah kepada peserta Jambore Tuntas Baca Al-Qur’an (TBA) yang menjuarai dari hasil penilaian terbaik kepada kelompok TBA yang menjadi juara yang tersebar di Kabupaten Sumbawa Barat.
Penyerahan hadiah bagi peserta lomba yang mendapat juara dilakukan oleh Bupati Sumbawa Barat didampingi Wakil Bupati Sumbawa Barat, sebagai wujud dukungan pemerintah daerah terhadap program peningkatan literasi Al-Qur’an dan penguatan kehidupan religius masyarakat.
Bupati Sumbawa Barat dalam Sambutannya mengatakan bahwa Melalui kegiatan Tabligh Akbar Refleksi Akhir tahun Tuntas Baca Al-Qur’an ini, diharapkan dapat mendorong semangat masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat untuk terus belajar, membaca, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dalam membangun karakter religius yang berakhlak mulia.
” kedepan para kelompok dan anggota TBA ini akan dijadikan Koperasi TBA Syari’ah, sebagai bentuk semangat masyarakat Sumbawa Barat agar terus membaca alqur’an ” kata H.Amar Bupati Sumbawa Barat
Bupati juga mengajak kepada warga Sumbawa barat kembali menghidupkan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan umat. TBA memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun masyarakat berbasis nilai-nilai keagamaan.
“Kemampuan TBA dalam mengelompokkan masyarakat dalam komunitas yang produktif dan bermanfaat merupakan hal yang luar biasa, terutama peran para ibu-ibu yang menjadi motor penggerak TBA,” harapan Bupati.
Bupati juga menekankan pentingnya penguatan koperasi syariah berbasis TBA, agar bantuan yang disalurkan tidak hanya habis digunakan, tetapi benar-benar berjalan dan berkembang.
Ia mengingatkan agar program tidak menjadi seperti “membuang garam ke laut”, melainkan harus mampu berputar untuk membangun ekonomi kerakyatan, dengan penyaluran yang tepat sasaran dan terkontrol.
Sementara Ustad DR.TGH.L.AHMAD .ZAENURI.LC.,MA dalam ceramah agamanya menekankan pentingnya Masjid sebagai pusat keagamaan adalah pusat penting pembentukan karakter karena menyediakan wadah untuk ibadah, pendidikan agama, dan kegiatan sosial yang menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian, membentuk individu yang berakhlak mulia, berintegritas, dan memiliki identitas diri yang kuat melalui shalat berjamaah, kajian keagamaan, serta kegiatan remaja yang memperkuat spiritualitas dan hubungan sosial.
” Melalui ibadah rutin seperti shalat berjamaah, doa, dan membaca Al-Qur’an, masjid membantu mendekatkan diri kepada Tuhan dan melahirkan hati yang sehat, menjadi sumber perilaku terpuji ” sambutannya tauziahnya
Kegiatan di masjid mengajarkan kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian sosial melalui interaksi antar jamaah, memperkuat hubungan antarmanusia.
Dalam tauziahnya, Ustad TGH.Lalu Ahmad menyampaikan bahwa Masjid menjadi tempat belajar agama yang mendalam, membimbing pemahaman Islam yang moderat (rahmatan lil ‘alamin), dan mencegah pemahaman ekstrem, seperti melalui majelis taklim dan kajian.
” Organisasi remaja masjid (Remas) berperan vital dalam membentuk identitas muslim, menggali potensi, dan mengarahkan generasi muda pada kegiatan positif, seperti bershalawat dan peringatan hari besar Islam ” dalam tauziahnya
Sejak zaman Rasulullah SAW, masjid adalah pusat peradaban yang membentuk masyarakat kokoh, menjadi tempat interaksi sosial, pendidikan, dan kegiatan ekonomi (perniagaan). ( edi )














