Pakar Hukum Pidana : Penyelidikan Dugaan Korupsi Pengadaan Pokir Combaine , DPRD Sumbawa Barat Terancam PAW Massal

Spread the love

Pakar Hukum Pidana : Penyelidikan Dugaan Korupsi Pengadaan Pokir Combaine , DPRD Sumbawa Barat Terancam PAW Massal

Mataram , bidikankameranews.com
Kasus dugaan penyimpangan pengadaan alat panen padi (Combine Harvester) yang bersumber dari dana pokok pikiran (Pokir) DPRD Sumbawa Barat kini tengah menjadi sorotan tajam. Menanggapi proses hukum yang sedang berjalan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa Barat, Pakar Hukum Pidana Universitas Mataram, Prof. Dr. Zainal Asikin, S.H., S.U, memberikan analisis hukum mendalam terkait konstruksi perkara tersebut.

Menurut Prof. Asikin, kasus yang melibatkan sejumalah pokir bantuan alat mesin pertanian (alsintan) ini memiliki indikasi kuat terjadinya tindak pidana yang serius.

Ia menekankan bahwa, penyidik dapat masuk melalui dua pintu hukum, yakni tindak pidana penggelapan maupun tindak pidana korupsi (Tipikor).

Prof. Asikin menjelaskan bahwa penentuan jenis pidana bergantung pada bagaimana alat tersebut dikelola setelah diserahkan oleh negara. Jika dalam proses pengadaan ditemukan adanya mark-up harga, spesifikasi barang yang tidak sesuai, atau aliran dana (fee) yang kembali ke pihak tertentu, maka hal ini secara otomatis masuk ke ranah korupsi karena merugikan keuangan negara.

“Apabila bantuan tersebut telah diserahkan kepada kelompok tani namun kemudian dikuasai secara pribadi, diperjualbelikan, atau disalahgunakan peruntukannya oleh oknum tertentu, maka unsur penggelapan dalam jabatan atau penggelapan aset negara terpenuhi,” ujar Prof. Asikin, saat dihubungi media ini Kamis 07 Januari 2025.

“Kasus ini harus diusut tuntas. Jika bantuan yang seharusnya untuk kesejahteraan petani justru diambil alih atau dijadikan komoditas politik dan pribadi, itu sudah mencederai rasa keadilan dan merugikan negara,” tegasnya.

Berdasarkan penelusuran media ini, sejumlah Combine Harvester yang diduga dijual oleh oknum anggota DPRD Sumbawa Barat telah disita oleh pihak Kejari sebagai barang bukti dan bahan penyelidikan.

Sebanyak 21 Combine Harvester dari Pokir dewan diberikan ke beberapa kelompok tani di Kabupaten Sumbawa Barat, namun sejumlah Kelompok tani yang mengajukan proposal justru mengaku tidak pernah menerima alat tersebut, bahkan nama dan kelompoknya hanya dijadikan formalitas semata oleh oknum dewan.

Dukungan Terhadap Kejari Sumbawa Barat

Lebih lanjut, Prof. Asikin mendukung langkah Kejari Sumbawa Barat untuk melakukan pendalaman secara transparan. Ia mengingatkan bahwa dana Pokir adalah uang rakyat yang dititipkan melalui legislatif untuk kepentingan konstituen, sehingga pertanggungjawabannya harus mutlak.

Saat ini, pihak Kejari Sumbawa Barat dilaporkan terus mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi untuk memperjelas status hukum pengadaan alat panen tersebut. Masyarakat berharap agar kasus ini tidak jalan di tempat dan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku penyalahgunaan bantuan negara.

Kasus ini bermula dari laporan dugaan penyalahgunaan bantuan alat panen padi yang bersumber dari dana Aspirasi/Pokir Dewan di Kabupaten Sumbawa Barat yang diduga tidak sampai ke tangan petani yang berhak atau dikelola secara tidak prosedural.

DPRD Sumbawa Barat Terancam Gelombang PAW Massal

Prof. Asikin melihat eskalasi politik di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) saat ini diprediksi akan mengalami guncangan hebat menyusul perkembangan kasus hukum terkait pengadaan alat mesin pertanian (Alsintan) jenis Combine Harvester.

Sejumlah anggota DPRD Sumbawa Barat diduga kuat terlibat dalam pusaran kasus tersebut, yang memicu spekulasi akan terjadinya proses Pergantian Antar Waktu (PAW) secara massal dalam waktu dekat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan keterlibatan oknum anggota dewan mencakup peran dalam proses pengusulan melalui dana aspirasi (pokir) hingga dugaan aliran dana yang tidak sesuai peruntukan.

“Jika proses hukum ini berlanjut hingga penetapan tersangka dan status terpidana bagi sejumlah anggota dewan, maka mekanisme PAW menjadi konsekuensi konstitusional yang tidak terhindarkan sesuai dengan UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MD3,” ungkapnya.

Ia meenyebutkan, jika benar melibatkan banyak nama, kita mungkin akan melihat fenomena PAW massal pertama di sejarah DPRD Sumbawa Barat.

“Ini tentu akan berdampak pada kinerja legislasi dan pengawasan di daerah jika tidak segera dimitigasi oleh partai politik masing-masing,” pungkasnya.


Spread the love

Next Post

Sejumlah Anggota DPRD Sumbawa Barat Diduga Terlibat Kasus Pokir Pengadaan Combine, Ucok Minta Kejari tidak Tebang Pilih

Kam Jan 8 , 2026
Spread the love      Sejumlah Anggota DPRD Sumbawa Barat Diduga Terlibat Kasus Pokir Pengadaan Combine, Ucok Minta Kejari Tidak Tebang Pilih Sumbawa […]
content-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

mahjong ways slot

sbobet88

live casino online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

maujp

maujp

ALEXASLOT138

sabung ayam online

118000366

118000367

118000369

118000370

118000371

118000372

118000373

118000374

118000375

118000376

118000378

118000379

118000380

118000381

118000382

118000383

118000384

118000385

118000386

118000387

118000388

118000389

118000390

118000391

118000392

118000393

118000394

118000395

118000396

118000397

118000398

118000399

118000400

118000401

118000402

118000403

118000404

118000405

118000406

118000407

118000408

118000409

118000410

128000482

128000483

128000484

128000485

128000486

128000487

128000488

128000489

128000490

128000491

128000492

128000494

128000497

128000500

128000501

128000502

128000503

128000504

128000505

128000506

128000507

128000508

128000509

128000510

158000276

158000277

158000278

158000279

158000280

158000281

158000282

158000283

158000284

158000285

168000476

168000477

168000478

168000479

168000480

168000481

168000482

168000483

168000484

168000485

168000486

168000487

168000488

168000489

168000490

168000491

168000492

168000493

168000494

168000495

168000496

168000497

168000498

168000499

168000500

168000501

168000502

168000503

168000504

168000505

178000636

178000637

178000638

178000639

178000640

178000641

178000642

178000643

178000645

178000646

178000647

178000648

178000649

178000650

178000651

178000654

178000656

178000657

178000659

178000660

178000661

178000662

178000663

178000664

178000665

178000666

178000667

178000668

178000669

178000670

178000671

178000672

178000673

178000674

178000675

178000676

178000677

178000678

178000679

178000680

208000146

208000147

208000148

208000149

208000150

208000151

208000152

208000153

208000154

208000155

228000321

228000322

228000323

228000324

228000325

228000326

228000327

228000328

228000329

228000330

228000331

228000332

228000333

228000334

228000335

228000337

228000339

228000340

228000341

228000342

228000344

228000346

228000347

228000348

228000349

228000350

228000351

228000352

228000353

228000354

228000355

238000446

238000447

238000448

238000449

238000450

238000451

238000452

238000453

238000454

238000455

238000456

238000457

238000458

238000459

238000460

238000461

238000462

238000463

238000464

238000465

238000466

238000467

238000468

238000469

238000470

238000471

238000472

238000473

238000474

238000475

238000476

238000477

238000478

238000479

238000480

238000481

238000482

238000483

238000484

238000485

238000486

238000487

238000488

238000489

238000490

238000491

238000492

238000493

238000494

238000495

238000496

238000497

238000498

238000499

238000500

238000501

238000502

238000503

238000504

238000505

content-1701