
Sumbawa, bidikankameranews.com (06 Mei 2026) – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., menegaskan bahwa pelantikan puluhan pejabat struktural dan kepala sekolah yang digelar Rabu (6/5/2026) merupakan bagian dari proses panjang penataan birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.
Hal tersebut disampaikan Bupati Jarot dalam arahannya usai melantik 70 pejabat struktural dan 6 kepala sekolah di Aula H. Madilaoe ADT Kantor Bupati Sumbawa.
“Pelantikan hari ini adalah bagian dari perjalanan panjang birokrasi kita sebagai pelayan publik. Proses ini telah melalui mekanisme sesuai peraturan perundang-undangan dan membutuhkan waktu yang cukup panjang,” ujarnya.
Jarot mengungkapkan, khususnya untuk pengisian empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kosong, harus melalui proses panitia seleksi (pansel) dan menunggu pertimbangan teknis (pertek) dari pemerintah pusat. Bahkan, proses yang semula ditargetkan rampung sebelum Ramadan dan Lebaran, baru tuntas sebulan setelahnya.
“Masih ada belasan usulan yang perteknya belum keluar. Kalau disusun ulang, mungkin sampai pertengahan tahun belum bisa dilaksanakan,” jelasnya.
Ia menegaskan, mutasi kali ini merupakan yang keempat sejak dirinya bersama Wakil Bupati Ansori memimpin Sumbawa selama 1 tahun 2 bulan. Menurutnya, mutasi bukan sekadar mengganti pejabat, tetapi memastikan “the right man on the right place”.
“Jabatan adalah amanah. Ini tanggung jawab besar yang harus dijalani dan akan dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa pejabat yang dilantik merupakan hasil seleksi ketat. Ke depan, mereka dihadapkan pada tantangan perubahan global, dinamika ekonomi nasional, serta tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas pelayanan publik.
“Pejabat bukan hanya menjalankan pekerjaan rutin. Bekerjalah sesuai tanggung jawab. Jabatan itu tidak kekal,” katanya.
Dalam arahannya, Jarot menekankan pentingnya pelayanan publik yang humanis. Ia meminta seluruh ASN dan kepala OPD membiasakan budaya sederhana namun berdampak besar.
“Mulai dari senyum saat melayani masyarakat. Sebagai atasan juga harus tersenyum kepada bawahan. Jangan bawa masalah rumah ke kantor,” pesannya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya etika komunikasi seperti mengucapkan kata “maaf”, “tolong”, dan “terima kasih” dalam pelayanan.
“Senyum, salam, maaf, tolong. Biasakan itu. Masih ada OPD yang survei pelayanan publiknya rendah karena belum ramah,” ungkapnya.
Jarot juga mengingatkan agar seluruh OPD tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan membangun komunikasi dan kolaborasi yang sehat agar tidak terjadi ketimpangan kinerja.
Ia mengibaratkan kinerja pemerintahan seperti kereta perang Benhur yang ditarik kuda, di mana kecepatan ditentukan oleh kuda yang paling lambat.
“Jadilah kuda yang berlari cepat. Kita harus berlari, tapi jangan lari dari kenyataan,” tegasnya.
Di sisi lain, Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung prioritas nasional, khususnya pemberantasan korupsi. Ia mengingatkan seluruh pejabat untuk menjauhi praktik tersebut.
“Hindari korupsi. Karena korupsi itu pasti berjamaah. Kalau tidak terungkap saat menjabat, bisa saat pensiun atau bahkan nanti di akhirat,” ujarnya mengingatkan.
Mengakhiri arahannya, Jarot mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk memberikan pelayanan terbaik demi mewujudkan Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera.
“Selamat kepada yang baru dilantik. Mari kita bangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani,” pungkasnya. (*)













