Kawal Indikasi Korupsi Berjamaah PDAM Lotim, LSM GARUDA INDONESIA Datangi Kejati NTB

Spread the love

Kawal Indikasi Korupsi Berjamaah PDAM Lotim, LSM GARUDA INDONESIA Datangi Kejati NTB

 

Mataram, – bidikankameranews.com

Sebagai bentuk keseriusannya mengawal kasus-kasus korupsi yang telah dilaporkannya, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Rakyat Untuk Demokrasi dan Kemanusiaan (GARUDA) INDONESIA mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB), Senin (10/7/2023).

“Kami datang ke Kejati NTB untuk mempertanyakan laporan dugaan korupsi di PDAM Lombok Timur yang kami kirim pertengahan bulan Juni lalu,” kata M. Zaini, Ketua LSM GARUDA INDONESIA.

Zaini mengatakan bahwa kasus korupsi sangat menyengsarakan masyarakat. Terlebih lagi pada perusahaan pelat merah seperti Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Dimana selama ini masyarakat sudah membayar air mahal-mahal, akan tetapi airnya tidak ada. Yang lebih parahnya lagi kata Zaini, uangnya diindikasi dikorupsi.

“Melihat hal ini maka kami mengajak anggota LSM GARUDA INDONESIA untuk mendatangi Kejati NTB agar tidak ada informasi yang tidak sampai. Baik kepada kami pelapor maupun kepada masyarakat. Kedatangan kami bersama anggota hari ini juga untuk melihat sejauh mana progres dari laporan yang kami kirim,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, LSM GARUDA INDONESIA membawa anggotanya sekitar 15 orang. Hal ini sebagai bukti bahwa LSM GARUDA INDONESIA serius untuk mengawal laporan-laporan yang telah dikirim kepada Aparat Penegah Hukum (APH). Setiap laporan yang dikirimkan ke APH akan dikawal oleh anggota LSM GARUDA INDONESIA dalam bentuk hearing ataupun meminta informasi melalui kontak person yang ada di kantor Kejaksaan maupun kepolisian.

“Kami datang hari ini sebagai bentuk keseriusan kami untuk mengawal setiap laporan yang kami kirim. Karena kami melapor pun dengan membawa hasil investigasi dan bukti-bukti yang kami anggap cukup. Selain itu kedatangan kami ke kejaksaan Tinggi NTB untuk melihat sejauh mana progres dari laporan yang telah kami masukkan agar informasi tidak terputus,” tambah Zaini.
Adapun beberapa dugaan Indikasi Korupsi yang dilaporkan oleh LSM GARUDA INDONESIA yaitu :

1. Tidak dikerjakannya proyek sarana pendukung MBR di Kecamatan Suela yaitu pembangunan reservoar dan penggantian pipa transmisi induk dari 4 inci menjadi 6 inci yang sudah ditetapkan dalam RKAP PDAM tahun 2019 yang berdampak kepada gagalnya proyek MBR dimaksud dengan nilai ratusan juta rupiah.

2. Pekerjaan fiktif berupa pembelian pasir lambat yang mana uangnya sudah dikeluarkan dari kas perusahaan (PDAM) namun sampai dengan hari ini fisik barangnya tidak ada dan lokasi proyeknya di SPL Sambalia.

3. Pelelangan barang dan jasa tidak sesuai dengan Perpres dan SOP karena nilai proyek yang seharusnya di tender tapi dipecah-pecah pada hari dan tanggal yang sama agar tidak melalui tender sehingga bisa dilakukan penunjukan langsung.

4. Adanya dugaan pembelian asesoris dan bahan barang bekas yang tidak sesuai dengan SNI dan RAB dengan spek yang kwalitas rendah.

5. Berdasarkan laporan keuangan tahun 2020 penerimaan oprasional dan jumlah pengeluaran terdapat selisih yang sangat signifikan yaitu (pendapatan oprasional Rp 15.788.577,278 sementara jumlah pengeluaran Rp 23.597.191,145) sehingga terdapat selisih Rp 7.597.614,145. Artinya lebih besar pasak dari pada tiang sehingga ini perlu dilakukan uji petik dan pemeriksaan khusus.

6. Proyek bongkar dan tanam pipa yang tidak tertuang dalam RKAP dan status pipa yang dibongkar masih pinjam pakai dan ini dilakukan hanya untuk mendapatkan keuntungan oknum direksi yang mana pembongkaran pipa ini dilakukan di wilayah Orong Bukal Jerowaru dan Gres Kelurahan Ijo Balit yang mana hasil pembongkaran itu di jadikan proyek lagi untuk penanaman pipa di wilayah Kabar Sakra dan kecamatan Jerowaru, lagi-lagi penaman pipa ini kedalamannya tidak sesuai standar dan proyek ini jelas-jelas tidak produktif karena tidak ada air yang mengalir terutama yang di Jerowaru.

Kunjungan LSM GARUDA INDONESIA pada siang itu langsung ditemui oleh Kasi Penerangan Hukum bapak Efrien Saputra. Dalam kesempatan tersebut, Efrien Saputra menegaskan bahwa laporan LSM GARUDA INDONESIA terkait dengan indikasi Korupsi PDAM Lombok Timur sudah diterima oleh Kejaksaan Tinggi dan saat ini sedang dilakukan telaah oleh Tim Jaksa bisang Pidana Khusus.

“Saat ini, laporan teman-teman LSM GARUDA INDONESIA sudah diterima dan sedang di telaah oleh Tim Jaksa Pidana Khusus,” ungkap Efrien Saputra.

Disampaikan Efendi Saputra bahwa teman-teman LSM GARUDA INDONESIA diminta bersabar. Di sisi lain Kejaksaan Tinggi NTB memberikan apresiasi kepada teman-teman GARUDA INDONESIA karena telah mempercayakan Laporannya ke Kejati NTB. Kemudian prinsip kerja dari Kejati NTB yaitu selalu mengedepankan profesionalitas dalam melakukan penegakan hukum, serta tidak ada tujuan dan unsur politis di dalamnya. Hanya pada kasus yang dilaporkan oleh teman-teman GARUDA INDONESIA saat ini masih dalam proses, namun tetap diatensi.

“Kami minta teman-teman GARUDA INDONESIA untuk bersabar, karena laporannya masih ditelaah,” tutup Efrien. (*)


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Next Post

Dikbud KSB Gelar LCC Tingkat SMP/Sederajat

Sen Jul 10 , 2023
Spread the love       Dikbud KSB Gelar LCC Tingkat SMP/Sederajat Sumbawa Barat, bidikankameranews.com Dalam meningkatkan kwalitas Pendidikan di Kabupaten Sumbawa Barat, […]
content-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 138000631

article 138000632

article 138000633

article 138000634

article 138000635

article 138000636

article 138000637

article 138000638

article 138000639

article 138000640

article 138000641

article 138000642

article 138000643

article 138000644

article 138000645

article 138000646

article 138000647

article 138000648

article 138000649

article 138000650

article 138000651

article 138000652

article 138000653

article 138000654

article 138000655

article 138000656

article 138000657

article 138000658

article 138000659

article 138000660

article 138000661

article 138000662

article 138000663

article 138000664

article 138000665

article 138000666

article 138000667

article 138000668

article 138000669

article 138000670

article 138000671

article 138000672

article 138000673

article 138000674

article 138000675

article 138000676

article 138000677

article 138000678

article 138000679

article 138000680

article 138000681

article 138000682

article 138000683

article 138000684

article 138000685

article 138000686

article 138000687

article 138000688

article 138000689

article 138000690

article 138000691

article 138000692

article 138000693

article 138000694

article 138000695

article 138000696

article 138000697

article 138000698

article 138000699

article 138000700

article 138000701

article 138000702

article 138000703

article 138000704

article 138000705

article 208000456

article 208000457

article 208000458

article 208000459

article 208000460

article 208000461

article 208000462

article 208000463

article 208000464

article 208000465

article 208000466

article 208000467

article 208000468

article 208000469

article 208000470

208000446

208000447

208000448

208000449

208000450

208000451

208000452

208000453

208000454

208000455

article 228000306

article 228000307

article 228000308

article 228000309

article 228000310

article 228000311

article 228000312

article 228000313

article 228000314

article 228000315

article 228000316

article 228000317

article 228000318

article 228000319

article 228000320

article 228000321

article 228000322

article 228000323

article 228000324

article 228000325

article 228000326

article 228000327

article 228000328

article 228000329

article 228000330

article 228000331

article 228000332

article 228000333

article 228000334

article 228000335

article 238000336

article 238000337

article 238000338

article 238000339

article 238000340

article 238000341

article 238000342

article 238000343

article 238000344

article 238000345

article 238000346

article 238000347

article 238000348

article 238000349

article 238000350

article 238000351

article 238000352

article 238000353

article 238000354

article 238000355

article 238000356

article 238000357

article 238000358

article 238000359

article 238000360

article 238000361

article 238000362

article 238000363

article 238000364

article 238000365

article 238000366

article 238000367

article 238000368

article 238000369

article 238000370

article 238000371

article 238000372

article 238000373

article 238000374

article 238000375

article 238000376

article 238000377

article 238000378

article 238000379

article 238000380

article 238000381

article 238000382

article 238000383

article 238000384

article 238000385

article 238000386

article 238000387

article 238000388

article 238000389

article 238000390

article 238000391

article 238000392

article 238000393

article 238000394

article 238000395

article 238000396

article 238000397

article 238000398

article 238000399

article 238000400

article 238000401

article 238000402

article 238000403

article 238000404

article 238000405

article 238000406

article 238000407

article 238000408

article 238000409

article 238000410

sumbar-238000336

sumbar-238000337

sumbar-238000338

sumbar-238000339

sumbar-238000340

sumbar-238000341

sumbar-238000342

sumbar-238000343

sumbar-238000344

sumbar-238000345

sumbar-238000346

sumbar-238000347

sumbar-238000348

sumbar-238000349

sumbar-238000350

sumbar-238000351

sumbar-238000352

sumbar-238000353

sumbar-238000354

sumbar-238000355

sumbar-238000356

sumbar-238000357

sumbar-238000358

sumbar-238000359

sumbar-238000360

sumbar-238000361

sumbar-238000362

sumbar-238000363

sumbar-238000364

sumbar-238000365

sumbar-238000366

sumbar-238000367

sumbar-238000368

sumbar-238000369

sumbar-238000370

sumbar-238000371

sumbar-238000372

sumbar-238000373

sumbar-238000374

sumbar-238000375

sumbar-238000376

sumbar-238000377

sumbar-238000378

sumbar-238000379

sumbar-238000380

sumbar-238000381

sumbar-238000382

sumbar-238000383

sumbar-238000384

sumbar-238000385

sumbar-238000386

sumbar-238000387

sumbar-238000388

sumbar-238000389

sumbar-238000390

sumbar-238000391

sumbar-238000392

sumbar-238000393

sumbar-238000394

sumbar-238000395

sumbar-238000396

sumbar-238000397

sumbar-238000398

sumbar-238000399

sumbar-238000400

content-1701