Kolaborasi KP3 laut Poto Tano dengan Koramil 1628-04/ Poto Tano, Ciptakan Arus Balik Lebaran Aman dan Nyaman
Sumbawa Barat, bidikankameranews.com –Kolaborasi Polres Sumbawa Barat dengan Dandim 1628/SB dalam mengamankan arus mudik dan arus balik pada Idul Fitri 1445 H, guna memberi rasa aman dan nyaman kepada semua warga. Dengan kolaborasi ini d TNI/ Polri menghasilkan output yang luar biasa. Karenanya diharapkan kerjasama itu terus terjalin.
Untuk itu, Polres Sumbawa Barat bersama TNI kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjamin keamanan, kelancaran, dan kenyamanan masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran 2025. Lewat gelaran Operasi Ketupat 2025, aparat gabungan disiagakan di berbagai titik strategis di Wilayah Hukum Polres Sumbawa Barat sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam momen penting bagi jutaan pemudik. Hal ini dikatakan oleh Kapten Cba Agus .SH Danramil 1628-04/ SB kepada media Jum’at ( 04/04) saat mengamankan arus balik di Pelabuhan Poto Tano.
Menurut Kapten Agus, Tradisi mudik yang sarat makna silaturahmi dan kekeluargaan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum nasional yang membutuhkan manajemen pengamanan luar biasa bentuk sinergi institusi pertahanan dan keamanan meresponsnya dengan kesiapan penuh.
Operasi Ketupat 2025 dimulai sejak 23 Maret dan akan berlangsung hingga 8 April, melibatkan TNI dan personel gabungan. Ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam melindungi masyarakat.
Sementara Kapolsek Pelabuhan Poto Tano Iptu Nurlana memprediksi bahwa puncak arus mudik akan terjadi antara 28 hingga 30 Maret, sedangkan arus balik diperkirakan akan berlangsung pada 5 hingga 7 April. Mengantisipasi lonjakan tersebut, Polri mendirikan Posyan Pelabuhan Poto Tano . Posko tersebut terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, serta pos terpadu yang berfungsi sebagai pusat informasi dan respon cepat terhadap situasi darurat.
” pos pelayanan tidak hanya menjadi tempat pemantauan, tetapi juga ruang pelayanan kepada masyarakat, termasuk bantuan darurat kesehatan maupun informasi rute alternatif ” kata Kapolres melalui Kapolsek Pelabuhan Poto Tano Iptu Nurlana kepada media.
Semua upaya ini merupakan manifestasi nyata dari konsep “Negara Hadir.” Di tengah tantangan volume kendaraan, potensi kelelahan pemudik, serta berbagai kerawanan di jalan raya, kehadiran TNI dan Polri di titik-titik strategis menjadi bentuk perlindungan negara terhadap warganya. Kehadiran mereka bukan hanya menenangkan, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan bahwa mudik adalah hak seluruh rakyat yang harus dilindungi.
Masyarakat bisa menikmati perjalanan pulang kampung dengan lebih tenang, tidak hanya karena pengaturan lalu lintas yang tertib, tapi juga karena rasa aman yang dijaga sepanjang rute.
Terpantau media, kondisi Pelabuhan Poto Tano H- 4 Idul Fitri, terlihat lenggang dan normal, tidak ada penumpukan kendaraan baik itu R2 maupun R4.( edi )














