
Sumbawa, bidikankameranews.com – Meningkatnya volume kendaraan di sejumlah persimpangan rawan kecelakaan membuat pemasangan traffic light atau lampu lalu lintas menjadi kebutuhan mendesak. Keberadaan lampu ini dinilai krusial untuk mengatur arus kendaraan dan melindungi keselamatan pejalan kaki.
Di Kabupaten Sumbawa, tergolong sangat jarang pemasangan Traffic Light terutama pada beberapa simpangan, sementara sebagian besar kecelakaan di persimpangan terjadi karena tidak adanya rambu yang jelas dan minimnya kesadaran pengendara untuk bergantian.
“Traffic light berfungsi sebagai pengatur yang netral. Ia memberi kepastian kapan jalan, kapan berhenti, sehingga mengurangi potensi konflik antar pengendara,” ujar Ketua DPRD Sumbawa saat ditemui wartawan bidikankameranews.com belum lama ini.
Selain mengurangi kecelakaan, lanjut Nanang, pemasangan traffic light juga berdampak pada kelancaran arus. Dengan sistem lampu yang terkoordinasi, kemacetan di jam sibuk bisa ditekan karena kendaraan bergerak lebih tertib dan bergiliran.
Selain itu, pejalan kaki juga diuntungkan. Dengan adanya fase khusus untuk penyeberang, risiko ditabrak saat menyebrang jalan bisa diminimalisir.
Pemda bersama pihak kepolisian harus memetakan titik-titik rawan yang perlu diprioritaskan pemasangan traffic light. Warga pun diimbau untuk disiplin mematuhi lampu lalu lintas demi keselamatan bersama, terang Nanang.
Atas kondisi tersebut, Pihaknya telah berkordinasi dengan Dinas Perhubungan Propinsi NTB untuk dapat memasang Traffic Light pada sejumlah simpangan dan ruas jalan di Kabupaten Sumbawa terutama ruas jalan yang sangat tinggi mobilitas dan kepadatan kendaraan, seperti Simpang Karaci, Simpang Sering, Simpang Boak, Simpang PPN, serta beberapa simpangan di Kota Sumbawa, tandasnya. (Jim)













