Minimalisir Wartawan Abal-abal, PWI Sumbawa Tingkatkan Kompetensi Anggota

Spread the love

 

SUMBAWA BESAR NTB
bidikankameranews.com –

Profesi wartawan yang strategis kian menjadi incaran baru yang menggiurkan. Tak heran banyak orang yang sama sekali tidak memiliki pengalaman di bidang jurnalistik, nekat mendirikan perusahaan pers. Hal inilah yang menyebabkan maraknya pertumbuhan media massa, tak terkecuali media abal-abal.

Media-media jenis abal-abal ini mempekerjakan wartawan secara sembarangan. Tanpa pernah memberikan pelatihan dan pembekalan keterampilan jurnalistik, wartawannya bergentayangan hanya dengan berbekal kartu pers yang dibuatnya sendiri. Para wartawan minus kompetensi inilah yang sering disebut masyarakat sebagai wartawan abal-abal atau wartawan Bodrex. Bahkan ada juga yang mengaku sebagai wartawan.

Secara kasat mata, penampilannya seperti wartawan asli. Memiliki kartu pers, namun tidak memiliki media tempatnya bekerja, apalagi menghasilkan sebuah karya jurnalistik. Mereka selalu berdalih bekerja di perusahaan yang kantor redaksinya berada jauh di luar daerah. Orang-orang seperti ini berada di semua daerah tak terkecuali di Kabupaten Sumbawa.

Dimintai tanggapannya, Ketua PWI Sumbawa, Zainuddin SE, Jumat (11/6) pagi, mengakui fenomena tersebut. Wartawan abal-abal ini ungkap Zen—sapaannya, ada dimana-mana dan lebih agresif dalam mencari informasi, namun tidak menghasilkan karya jurnalistik. Mereka kerap bermain di media sosial dengan tulisan yang sangat jauh dari kaidah-kaidah jurnalistik, karena kontennya cenderung opini yang menghakimi. Keberadaan oknum seperti ini merusak citra dan harga diri wartawan. Mereka tidak menjadi pilar demokrasi melainkan menjadi parasit social. Sebab dalam tindakannya kerap berlaku premanisme dan ujung-ujungnya pemerasan.

“Mereka datang menemui narasumber layaknya wartawan sungguhan, tapi prakteknya mereka menggunakan cara-cara pemaksaan, intimidasi dan memeras. Yang memprihatinkan sebagian masyarakat menggeneralisir, sehingga akibat prilaku wartawan abal-abal itu, wartawan sungguhan terkena getahnya,” kata CEO samawarea.com ini.

Persoalan itu menjadi PR besar bagi PWI Sumbawa di masa kepemimpinannya. PWI bersama organisasi persnya lain terutama yang menjadi konstituen Dewan Pers seperti AJI, IJTI dan SMSI akan bergandengan tangan meminimalisir praktek-praktek yang tidak hanya merugikan profesi wartawan itu sendiri tapi juga masyarakat. Untuk menjadi pembeda dengan wartawan abal-abal, ungkap Zen.

PWI terus menekankan anggotanya agar dalam menjalankan tugas jurnalistik harus selalu berdasar pada prinsip-prinsip etika dengan mengacu pada kode etik jurnalistik. PWI juga akan terus meningkatkan profesionalitas dan kompetensi anggotanya. Di antaranya secara bertahap melaksanakan program Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Saat ini sebutnya, PWI Kabupaten Sumbawa memiliki anggota sekitar 35 orang. Sebagian dari mereka telah mengikuti uji kompetensi wartawan (UKW). UKW ini penting dilakukan selain menjadikan wartawan professional sekaligus memberangus wartawan yang abal-abal. Kemudian manfaatnya adalah untuk publik, yaitu mendapatkan informasi dari wartawan yang berkompeten.

“Profesi wartawan dituntut memiliki sertifikasi seperti halnya profesi lain. Ini penting untuk membedakan antara mereka yang sungguh-sungguh berprofesi wartawan, dengan mereka yang hanya berpura-pura menjadi wartawan dengan tujuan mendapat keuntungan finansial dan berbagai kemudahan layaknya seorang wartawan,” timpal Abu Sufyan Muchtar—Sekretaris PWI Sumbawa.

Salah satu ciri wartawan abal-abal, sebutnya, tidak bertatakrama jurnalis, meremehkan bahkan kadang mengancam dan memeras narasumber. Sebagaimana Dewan pers selalu menekankan, agar komunitas wartawan dan pers bahu-membahu bersama masyarakat untuk memerangi praktek penyalahgunaan profesi wartawan, dengan malaporkan aktivitas-aktivitas tidak profesional yang mengatasnamakan sebagai wartawan kepada kepolisian.
Kepada anggota masyarakat, perusahaan swasta, dan instansi pemerintah.

Ancus—sapaan akrab Pimred Gaung NTB ini berharap agar cermat dalam mengidentifikasi wartawan atau media serta tidak segan-segan menanyakan identitas wartawan dan mengecek kebenaran maupun status media tempatnya bekerja. Jika tidak jelas, masyarakat berhak tidak meladeni atau menolak untuk diwawancarai. Sebab wartawan profesional selalu menggunakan cara-cara etis dalam mencari informasi. (*)


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Next Post

Aksi Penebangan Kayu Di Wilayah HUTAN KENALI Lenangguar Menjadi Ancaman Kerusakan Areal Pertanian Sekitar

Jum Jun 11 , 2021
Spread the love        SUMBAWA BESAR NTB bidikankameramews.com – Adanya aksi penebangan kayu di wilayah hutan Kenali Desa Lenangguar dikecam, meski […]
content-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

\

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

Menentukan Nilai RTP Berdasarkan Analisa Pola Mahjong wins 3

Sinkronisasi Pola Simbol pg soft Dalam Mengatur Keseimbangan RTP

Membedah Pola Keuntungan kasino Melalui Pantauan Pergerakan RTP

Analisis Pola Penurunan mahjongways Dalam Mencapai Batas Maksimal RTP

Strategi Pola Efektif Mahjong Ways 2 Dalam Meningkatkan Level RTP

Dampak Pola Kemunculan Scatter Terhadap Validasi Nilai RTP

Penyesuaian Pola Pengali Gates of Olympus Terhadap Variasi RTP

Hubungan Pola Transisi Starlight Princess Dengan Fluktuasi RTP

Pemetaan Pola Simbol Sweet Bonanza Dalam Mengukur Stabilitas RTP

Mekanisme Pola Koi Gate Berhasil Menentukan Arah Pergerakan RTP

kebidanan 0000001

kebidanan 0000002

kebidanan 0000003

kebidanan 0000004

kebidanan 0000005

kebidanan 0000006

kebidanan 0000007

kebidanan 0000008

kebidanan 0000009

kebidanan 0000010

kebidanan 0000011

kebidanan 0000012

kebidanan 0000013

kebidanan 0000014

kebidanan 0000015

kebidanan 0000016

kebidanan 0000017

kebidanan 0000018

kebidanan 0000019

kebidanan 0000020

perkara 0000001

perkara 0000002

perkara 0000003

perkara 0000004

perkara 0000005

perkara 0000006

perkara 0000007

perkara 0000008

perkara 0000009

perkara 0000010

perkara 0000011

perkara 0000012

perkara 0000013

perkara 0000014

perkara 0000015

perkara 0000016

perkara 0000017

perkara 0000018

perkara 0000019

perkara 0000020

perkara 0000021

perkara 0000022

perkara 0000023

perkara 0000024

perkara 0000025

perkara 0000026

perkara 0000027

perkara 0000028

perkara 0000029

perkara 0000030

perkara 0000031

perkara 0000032

perkara 0000033

perkara 0000034

perkara 0000035

perkara 0000036

perkara 0000037

perkara 0000038

perkara 0000039

perkara 0000040

perkara 0000041

perkara 0000042

perkara 0000043

perkara 0000044

perkara 0000045

perkara 0000046

perkara 0000047

perkara 0000048

perkara 0000049

perkara 0000050

perkara 0000051

perkara 0000052

perkara 0000053

perkara 0000054

perkara 0000055

perkara 0000056

perkara 0000057

perkara 0000058

perkara 0000059

perkara 0000060

sport 00001

sport 00002

sport 00003

sport 00004

sport 00005

sport 00007

sport 00008

sport 00009

sport 00010

sport 00011

sport 00012

sport 00013

sport 00014

sport 00015

sport 00016

sport 00017

sport 00018

sport 00019

sport 00020

sport 00021

sport 00022

sport 00023

sport 00024

sport 00025

sport 00026

sport 00027

sport 00028

sport 00029

sport 00030

pengadilan 000002

pengadilan 000003

pengadilan 000004

pengadilan 000005

pengadilan 000006

pengadilan 000007

pengadilan 000008

pengadilan 000009

pengadilan 000010

pengadilan 000011

pengadilan 000012

pengadilan 000013

pengadilan 000014

pengadilan 000015

pengadilan 000016

pengadilan 000017

pengadilan 000018

pengadilan 000019

pengadilan 000020

pengadilan 000021

pengadilan 000022

pengadilan 000023

pengadilan 000024

pengadilan 000025

pengadilan 000026

pengadilan 000027

pengadilan 000028

pengadilan 000029

pengadilan 000030

pengadilan 000031

pengadilan 000032

pengadilan 000033

pengadilan 000034

pengadilan 000035

pengadilan 000036

pengadilan 000037

pengadilan 000038

pengadilan 000039

pengadilan 000040

pengadilan 000041

pengadilan 000042

pengadilan 000043

pengadilan 000044

pengadilan 000045

pengadilan 000046

pengadilan 000047

pengadilan 000048

pengadilan 000049

pengadilan 000050

pengadilan 000051

pengadilan 000052

pengadilan 000053

pengadilan 000054

pengadilan 000055

pengadilan 000056

pengadilan 000057

pengadilan 000058

pengadilan 000059

pengadilan 000060

penelitian 000002

penelitian 000004

penelitian 000005

penelitian 000006

penelitian 000007

penelitian 000008

penelitian 000009

penelitian 000010

penelitian 000011

penelitian 000012

penelitian 000013

penelitian 000014

penelitian 000015

penelitian 000016

penelitian 000017

penelitian 000018

penelitian 000019

penelitian 000020

penelitian 000021

penelitian 000022

penelitian 000023

penelitian 000024

penelitian 000025

penelitian 000026

penelitian 000027

penelitian 000028

penelitian 000029

penelitian 000030

artikel 000000001

artikel 000000002

artikel 000000003

artikel 000000004

artikel 000000005

artikel 000000006

artikel 000000007

artikel 000000008

artikel 000000009

artikel 000000010

artikel 000000011

artikel 000000012

artikel 000000013

artikel 000000014

artikel 000000015

artikel 000000016

artikel 000000017

artikel 000000018

artikel 000000019

artikel 000000020

artikel 000000021

artikel 000000022

artikel 000000023

artikel 000000024

artikel 000000025

artikel 000000026

artikel 000000027

artikel 000000028

artikel 000000029

artikel 000000030

artikel 000000031

artikel 000000032

artikel 000000033

artikel 000000034

artikel 000000035

artikel 000000036

artikel 000000037

artikel 000000038

artikel 000000039

artikel 000000040

artikel 000000041

artikel 000000042

artikel 000000043

artikel 000000044

artikel 000000045

artikel 000000046

artikel 000000047

artikel 000000048

artikel 000000049

artikel 000000050

artikel 000000051

artikel 000000052

artikel 000000053

artikel 000000054

artikel 000000055

artikel 000000056

artikel 000000057

artikel 000000058

artikel 000000059

artikel 000000060

Validasi Integritas RTP Melalui Pengamatan Ketat Pola Penurunan Gates of Olympus

askebpersalinan 00002

askebpersalinan 00003

askebpersalinan 00007

askebpersalinan 00009

askebpersalinan 00011

askebpersalinan 00012

askebpersalinan 00013

askebpersalinan 00014

askebpersalinan 00015

Validasi RTP Menentukan Titik Jenuh Perputaran Simbol Dalam Koi Gate

Mekanisme RTP Menyusun Strategi Penggandaan Kemenangan Di PG Soft

Skema RTP Mengolah Data Historis Kecepatan Distribusi Mahjong Wins 3

Kalkulasi RTP Memprediksi Waktu Terbaik Membuka Fitur Utama Mahjong Ways

Variabel RTP Menilai Kerapatan Kemunculan Simbol Bernilai Tinggi Pragmatic Play

Prosedur RTP Menguji Daya Tahan Modal Terhadap Volatilitas Kasino

Uji Coba RTP Menganalisis Kecepatan Respon Mesin Pada Mahjongways

Formulasi RTP Memaksimalkan Peluang Kombinasi Simbol Pada Mahjong Ways 2

Evaluasi RTP Mengukur Tingkat Keberhasilan Penempatan Taruhan Gates of Olympus

Riset RTP Memahami Keterkaitan Antar Simbol Beruntun Starlight Princess

invoice 00001

invoice 00002

invoice 00003

invoice 00004

invoice 00005

invoice 00006

invoice 00007

invoice 00008

invoice 00009

invoice 00010

invoice 00011

invoice 00012

invoice 00013

invoice 00014

invoice 00015

content-1701