Kabar Baik, Kapolri Berikan Bantuan Oxygen Konsentrator Untuk Polda NTB

Spread the love

MATARAM, bidikankameranews.com –

Kepolisan Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) mendapat bantuan dari Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) berupa Oxygen Concentrator, yang terdiri dari Mesin Oksigen 50 unit dan Selang Oksigen 50 Unit.

Karo Logistik Polda NTB Kombes Pol Beny Basir Warmansyah yang menerima barang tersebut, menegaskan bahwa, pihaknya telah menerima bantuan dari Kapolri berupa Oxygen Concentrator pada Rabu (18/8/2021).

“iya tadi pagi kami telah menerima barang berupa Oxygen Concentrator, yang terdiri dari Mesin Oksigen 50 unit dan Selang Oksigen 50 Unit, bantuan dari Kapolri,” terangnya kepada media di Kantornya, Rabu (18/8) petang.

Dijelaskan, Oxygen Concentrator itu diperuntukan untuk Bidang Dokter dan Kesehatan Polda NTB (Biddokes Polda NTB) yang akan ditempatkan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Disisi lain, Kepala Rumah Sakit (Rumkit) Bhayangkara Kota Mataram AKBP dr I Komang Tresna menjelaskan bahwa, Oxygen Concentrator itu merupakan alat yang dapat digunakan untuk memproduksi Oksigen di RS, sebagai solusi agar RS tidak terpengaruh dengan kelangkaan oksigen.

“alat ini bisa dijadikan solusi untuk mengantisipasi kelangkaan oksigen, sebab alat ini bisa memproduksi oksigen kapanpun dibutuhkan oleh pasien,” jelasnya

Cara kerja alat tersebut, secara umum, Oxygen Konsentrator akan mengambil udara yang ada disekitar alat tersebut, dan menyaringnya agar menjadi Oksigen murni yang dapat digunakan untuk pasien.

Dijelaskan, Oxygen Konsentrator adalah alat medis yang berfungsi untuk memberikan oksigen dengan orang yang memiliki gangguan pernapasan. Orang dengan kadar oksigen dalam darahnya di bawah batas normal biasanya membutuhkan alat ini.

Udara mengandung nitrogen sekitar 78 persen, 21 persen oksigen, dan 1 persen gas lain. Oxygen Konsentrator akan mengambil udara ini dan menyaring nitrogen melalui saringan, lalu alat ini melepaskan nitrogen kembali ke udara dan memastikan pemakainya menghirup udara yang mengandung oksigen murni.

Saat kadar oksigen berada di bawah 94%, itu bisa menandakan adanya gangguan pernapasan. Kondisi ini biasanya memerlukan perawatan di rumah sakit. Namun, peningkatan kasus COVID-19 yang pesat serta keterbatasan pasokan oksigen menyebabkan akses perawatan medis menjadi terbatas.

Oksigen konsentator bisa membantu meningkatkan oksigen pada orang yang memiliki kadar saturasi antara 88-92 persen, jika kadar oksigen lebih rendah, maka orang tersebut memerlukan perawatan yang lebih intensif.

“Namun, jika kadar oksigen lebih tinggi, maka orang tersebut tidak memerlukan alat tersebut,” pungkasnya. (Jim)


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Next Post

"INDONESIA MERDEKA SINYAL", Bupati Sumbawa Jadi Narasumber Webinar Nasional

Kam Agu 19 , 2021
Spread the love      SUMBAWA, bidikankameranews.com – Masih dalam suasana merayakan HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah […]
content-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

\

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

article 00036

article 00037

article 00038

article 00039

article 00040

article 00041

article 00042

article 00043

article 00044

article 00045

article 00046

article 00047

article 00048

article 00049

article 00050

article 00051

article 00052

article 00053

article 00054

article 00055

article 00056

article 00057

article 00058

article 00059

article 00060

article 00061

article 00062

article 00063

article 00064

article 00065

article 00066

article 00067

article 00068

article 00069

article 00070

article 00071

article 00072

article 00073

article 00074

article 00075

article 0000131

article 0000132

article 0000133

article 0000134

article 0000135

article 0000136

article 0000137

article 0000138

article 0000139

article 0000140

article 0000141

article 0000142

article 0000143

article 0000144

article 0000145

article 0000146

article 0000147

article 0000148

article 0000149

article 0000150

article 0000151

article 0000152

article 0000153

article 0000154

article 0000155

article 0000156

article 0000157

article 0000158

article 0000159

article 0000160

article 0000161

article 0000162

article 0000163

article 0000164

article 0000165

article 0000166

article 0000167

article 0000168

article 0000169

article 0000170

article 2000126

article 2000127

article 2000128

article 2000129

article 2000130

article 2000131

article 2000132

article 2000133

article 2000134

article 2000135

article 2000136

article 2000137

article 2000138

article 2000139

article 2000140

article 2000141

article 2000142

article 2000143

article 2000144

article 2000145

article 2000146

article 2000147

article 2000148

article 2000149

article 2000150

article 2000151

article 2000152

article 2000153

article 2000154

article 2000155

article 2000156

article 2000157

article 2000158

article 2000159

article 2000160

article 2000161

article 2000162

article 2000163

article 2000164

article 2000165

articel 000000161

articel 000000162

articel 000000163

articel 000000164

articel 000000165

articel 000000166

articel 000000167

articel 000000168

articel 000000169

articel 000000170

articel 000000171

articel 000000172

articel 000000173

articel 000000174

articel 000000175

articel 000000176

articel 000000177

articel 000000178

articel 000000179

articel 000000180

articel 000000181

articel 000000182

articel 000000183

articel 000000184

articel 000000185

articel 000000186

articel 000000187

articel 000000188

articel 000000189

articel 000000190

articel 000000191

articel 000000192

articel 000000193

articel 000000194

articel 000000195

articel 000000196

articel 000000197

articel 000000198

articel 000000199

articel 000000200

content-1701