Seekor Hiu Paus di Teluk Saleh Diberi Penandaan Satelit dan Nama “Haji Mo”

Spread the love

Sumbawa Besar, bidikankameranews.com
Bupati Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat Drs. H. Mahmud Abdullah mendapatkan penghargaan dari Konservasi Indonesia – yayasan nasional yang menjadi mitra Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa atas komitmen dan dukungan Bupati dalam upaya pelestarian hiu paus di Teluk Saleh.

Selain pemasangan penandaan satelit dan nama “Haji Mo” (panggilan akrab Bupati) pada seekor hiu paus jantan berukuran 6,1 meter, sebuah video berjudul “Hiu Paus Haji Mo: Ikon Konservasi dan Ekowisata Sumbawa” juga dibuat bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa sebagai bagian dari penghargaan ini.

Penghargaan ini diserahkan kepada Bupati Kabupaten Sumbawa di sela kunjungan kerjanya ke Jakarta pada 28 Juni 2022 oleh Program Senior Director Konservasi Indonesia Fitri Hasibuan dan tim. Sebelumnya, penyerahan simbolis alat penanda satelit diberikan oleh Ketua Pengurus Konservasi Indonesia Meizani Irmadhiany kepada Bupati pada 9 Mei 2022 saat penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemkab Sumbawa dan Konservasi Indonesia.

Alat penanda satelit tersebut telah dipasang pada 3 Juni 2022 sekitar pukul 11.06 waktu setempat oleh dua ilmuwan hiu paus Konservasi Indonesia, Abdi Hasan dan Ismail Alaydrus, didampingi oleh perwakilan dari Pemkab Sumbawa di Takad Mutti To’i, bagian timur Teluk Saleh.

Iqbal Herwata, Elasmobranch and Charismatic Species Conservation Strategy Manager dari Konservasi Indonesia menyampaikan bahwa alat penanda satelit yang dipasangkan pada bagian sirip dorsal hiu paus merupakan satelit jenis Finmount SPLASH10-346A yang dapat merekam berbagai data seperti lokasi, kedalaman, dan suhu lingkungan sekitar. Alat ini memiliki baterai yang cukup tahan lama hingga dua tahun, sehingga pola pergerakan dan tingkah laku hiu paus Haji Mo ini dapat dipantau sebagai informasi yang sangat berharga dalam mendukung upaya pelestarian hiu paus.

“Data-data tersebut akan dikirim melalui transmisi satelit ketika hiu paus muncul ke permukaan, serta dapat dipantau secara realtime. Data dan informasi ini juga dapat berkontribusi dalam memetakan wilayah-wilayah penting habitat hiu paus guna merancang upaya mitigasi dari faktor yang berpotensi mengancam populasinya di alam,” tambahnya.

Fitri Hasibuan, Program Senior Director Konservasi Indonesia dalam penyerahan simbolis tersebut menyampaikan apresiasi atas komitmen Bupati dalam pelestarian dan ekowisata hiu paus di Teluk Saleh. Informasi tentang pola pergerakan hiu paus Haji Mo ini tidak hanya bermanfaat mendukung pelestarian hiu paus di Teluk Saleh, tetapi juga menjadi informasi yang penting bagi upaya pelestarian hiu paus di tingkat nasional karena pergerakan hiu paus di Teluk Saleh juga belum sepenuhnya terungkap.

Hiu paus merupakan spesies yang melakukan pergerakan jarak jauh dan habitatnya tersebar hampir di seluruh perairan Indonesia. Saat ini hiu paus berstatus terancam punah (endengered) secara global berdasarkan penilaian International Union for Conservation of Nature (IUCN) akibat penangkapan ikan – baik penangkapan yang ditargetkan maupun tangkapan sampingan, penurunan kualitas hidup karena habitatnya tercemar oleh polusi (termasuk sampah), maupun kematian hiu paus karena tertabrak kapal.

Hingga 28 Juni 2022, terhitung selama 25 hari sejak penandaan satelit, hiu paus Haji Mo masih terpantau berada di dalam Teluk Saleh tidak jauh dari lokasi awal pemasangan alat penandaan satelit. Kemungkinan, udang rebon (“masin”, sebutan lokal) sebagai makanan utama hiu paus di Teluk Saleh ini masih banyak sehingga hiu paus ini masih nyaman menghabiskan waktunya berada di dalam Teluk.

Ilmuwan Konservasi Indonesia Abdi Hasan menyampaikan bahwa berdasarkan data yang sejauh ini telah ditransmisikan ke satelit ARGOS (Advanced Research and Global Observation Satellite), hiu paus Haji Mo ini telah melakukan penyelaman hingga kedalaman 120 meter. “Alat ini dilengkapi dengan sensor kedalaman yang mampu merekam hingga kedalaman 2.500 meter. Sehingga apabila hiu paus Haji Mo dapat menembus kedalam maksimal sensor alat ini, maka akan memecahkan rekor catatan dunia untuk kedalaman penyelaman hiu paus.”

Hiu Paus Haji Mo akan dijadikan sebagai ikon konservasi dan ekowisata Sumbawa sehingga diharapkan mampu memperkuat kepedulian masyarakat Sumbawa dalam konservasi dan ekowisata hiu paus di Teluk Saleh. Tim Konservasi Indonesia mencatat setidaknya ada 104 individu hiu paus terdokumentasikan di wilayah ini sehingga menjadikan Teluk Saleh sebagai lokasi agregasi dengan populasi hiu paus kedua terbesar di Indonesia. UNESCO juga mencatat keberadaan hiu paus di lokasi ini dan menjadikan Teluk Saleh sebagai bagian dari cagar biosfer SAMOTA (Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Gunung Tambora) pada 2019.

Bupati Kabupaten Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan oleh Konservasi Indonesia. Beliau menegaskan komitmennya untuk mendukung konservasi dan ekowisata hiu paus di Sumbawa, sebagai bagian dari pengembangan ekonomi biru yang juga turut melestarikan alam dan budaya masyarakat. “Kami mengajak seluruh rakyat untuk mendukung konservasi hiu paus dengan terlibat menjadi sains warga dan wisatawan yang bertanggungjawab saat berwisata di Teluk Saleh. Mari bersama kita menjaga untuk laut yang sehat dan lestari”, tutupnya. (**)


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Next Post

Antusias Dukung MXGP, ASN Antusias Gotong Royong di Samota

Jum Jul 1 , 2022
Spread the love      Sumbawa Besar, bidikankameranews.com – Wakil Bupati Sumbawa, Dewi Noviany M.Pd menyampaikan, gotong royong di lokasi MXGP Samota yang […]
content-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

post 138000906

post 138000907

post 138000908

post 138000909

post 138000910

post 138000911

post 138000912

post 138000913

post 138000914

post 138000915

post 138000916

post 138000917

post 138000918

post 138000919

post 138000920

post 138000921

post 138000922

post 138000923

post 138000924

post 138000925

cuaca 228000631

cuaca 228000632

cuaca 228000633

cuaca 228000634

cuaca 228000635

cuaca 228000636

cuaca 228000637

cuaca 228000638

cuaca 228000639

cuaca 228000640

cuaca 228000641

cuaca 228000642

cuaca 228000643

cuaca 228000644

cuaca 228000645

cuaca 228000646

cuaca 228000647

cuaca 228000648

cuaca 228000649

cuaca 228000650

cuaca 228000651

cuaca 228000652

cuaca 228000653

cuaca 228000654

cuaca 228000655

cuaca 228000656

cuaca 228000657

cuaca 228000658

cuaca 228000659

cuaca 228000660

cuaca 228000661

cuaca 228000662

cuaca 228000663

cuaca 228000664

cuaca 228000665

cuaca 228000666

cuaca 228000667

cuaca 228000668

cuaca 228000669

cuaca 228000670

cuaca 228000671

cuaca 228000672

cuaca 228000673

cuaca 228000674

cuaca 228000675

cuaca 228000676

cuaca 228000677

cuaca 228000678

cuaca 228000679

cuaca 228000680

cuaca 228000681

cuaca 228000682

cuaca 228000683

cuaca 228000684

cuaca 228000685

cuaca 228000686

cuaca 228000687

cuaca 228000688

cuaca 228000689

cuaca 228000690

post 238000581

post 238000582

post 238000583

post 238000584

post 238000585

post 238000586

post 238000587

post 238000588

post 238000589

post 238000590

post 238000591

post 238000592

post 238000593

post 238000594

post 238000595

post 238000596

post 238000597

post 238000598

post 238000599

post 238000600

info 328000541

info 328000542

info 328000543

info 328000544

info 328000545

info 328000546

info 328000547

info 328000548

info 328000549

info 328000550

info 328000551

info 328000552

info 328000553

info 328000554

info 328000555

info 328000556

info 328000557

info 328000558

info 328000559

info 328000560

info 328000561

info 328000562

info 328000563

info 328000564

info 328000565

info 328000566

info 328000567

info 328000568

info 328000569

info 328000570

berita 428011451

berita 428011452

berita 428011453

berita 428011454

berita 428011455

berita 428011456

berita 428011457

berita 428011458

berita 428011459

berita 428011460

berita 428011461

berita 428011462

berita 428011463

berita 428011464

berita 428011465

berita 428011466

berita 428011467

berita 428011468

berita 428011469

berita 428011470

berita 428011471

berita 428011472

berita 428011473

berita 428011474

berita 428011475

berita 428011476

berita 428011477

berita 428011478

berita 428011479

berita 428011480

kajian 638000021

kajian 638000022

kajian 638000023

kajian 638000024

kajian 638000025

kajian 638000026

kajian 638000027

kajian 638000028

kajian 638000029

kajian 638000030

kajian 638000031

kajian 638000032

kajian 638000033

kajian 638000034

kajian 638000035

kajian 638000036

kajian 638000037

kajian 638000038

kajian 638000039

kajian 638000040

kajian 638000041

kajian 638000042

kajian 638000043

kajian 638000044

kajian 638000045

kajian 638000046

kajian 638000047

kajian 638000048

kajian 638000049

kajian 638000050

kajian 638000051

kajian 638000052

kajian 638000053

kajian 638000054

kajian 638000055

article 788000021

article 788000022

article 788000023

article 788000024

article 788000025

article 788000031

article 788000032

article 788000033

article 788000034

article 788000035

article 788000036

article 788000037

article 788000038

article 788000039

article 788000040

article 788000041

article 788000042

article 788000043

article 788000044

article 788000045

article 788000046

article 788000047

article 788000048

article 788000049

article 788000050

article 788000051

article 788000052

article 788000053

article 788000054

article 788000055

article 788000056

article 788000057

article 788000058

article 788000059

article 788000060

content-1701