Tingkatkan Konektivitas Lombok-Sumbawa, ASDP Kaji Pembangunan Dermaga III di Pelabuhan Kayangan dan Poto Tano

Lombok Timur, bidikankameranews.com –
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan penyeberangan di lintasan vital yang menghubungkan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Sebagai langkah strategis, ASDP tengah melakukan kajian mendalam terkait rencana pembangunan Dermaga III di Pelabuhan Kayangan (Lombok Timur) dan Pelabuhan Poto Tano (Sumbawa Barat).
Langkah antisipatif ini diambil guna merespons pertumbuhan volume kendaraan serta mendukung rencana Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam pengembangan infrastruktur jalan raya lintas Provinsi.
General Manager (GM) Pelabuhan Kayangan Erlis Setya Wahyudi melalui Plt Manager Usaha ASDP Pelabuhan Kayangan Abrori mengatakan bahwa, saat ini kepadatan di Pelabuhan Kayangan dan Poto Tano terus meningkat.
Penambahan dermaga baru diharapkan dapat mempercepat dwelling time (waktu sandar) dan memastikan arus bongkar muat kendaraan berjalan lebih lancar tanpa penumpukan di kantong parkir.
Pemerintah Provinsi NTB tengah merencanakan percepatan pembangunan jalan lintas Lembar-Kayangan. Peningkatan aksesibilitas darat ini diprediksi akan memicu lonjakan arus logistik dan penumpang secara signifikan yang harus diimbangi dengan kesiapan kapasitas pelabuhan.
Modernisasi Infrastruktur
Pembangunan dermaga baru akan mengusung teknologi terkini guna memastikan keamanan (safety) dan kenyamanan pengguna jasa, terutama saat menghadapi kondisi cuaca ekstrem di Selat Alas.
“Kami melihat adanya urgensi untuk melakukan ekspansi kapasitas di Kayangan dan Poto Tano. Sinkronisasi antara jalur darat yang sedang dikembangkan Pemprov NTB dengan infrastruktur pelabuhan sangat krusial agar tidak terjadi bottleneck di titik penyeberangan,” ujar Abrori manajemen ASDP Pelabuhan Kayangan saat ditemui media, Sabtu 10 Januari 2025.
Target Dampak Ekonomi
Dengan adanya Dermaga III, Abrori menegaskan konektivitas antara kedua pulau besar di NTB ini diharapkan semakin solid. Hal ini akan berdampak langsung pada efisiensi biaya logistik.
“Pengurangan waktu antre akan memangkas biaya operasional kendaraan logistik,” terangnya.
Saat ini lanjut Abrori, ASDP sedang berkoordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan (stakeholders), termasuk Dinas Perhubungan dan Pemerintah Provinsi NTB, untuk memastikan kajian teknis dan AMDAL berjalan sesuai standar sebelum memasuki tahap konstruksi.
“Kami juga sedang melakukan koordinasi dengan internal ASDP pusat untuk mengkaji dalam twrkait wacana pembangunan infrastruktur dermaga III. Dengan adanya dermag III nanti pihak ASDP bis memaksimalkan pelayanan ketika akan melakukan perbaikan disalah satu dermaga ketika ada kerusakan,” pungkasnya ( GJI )













