
Sumbawa NTB, bidikancameranews.com –
Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Rapat Sinkronisasi dan Harmonisasi Program Kerja UPT BLUD BPSDKP Wilayah Lombok, Sumbawa – Sumbawa Barat, serta Bima – Dompu bersama NGO, mitra strategis, dan lembaga penerima hibah TFCCA.
Kegiatan ini menjadi forum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi, perlindungan ekosistem laut, serta pengembangan program kelautan yang berkelanjutan.
Rapat tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang Pengelolaan Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil, dihadiri oleh Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Kepala Bidang Pengawasan SDKP, Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Pengolahan Hasil Perikanan, koordinator program, perwakilan UPT BLUD BPSDKP, NGO, mitra pembangunan, dan lembaga penerima hibah TFCCA.
Dalam pertemuan ini, masing-masing UPT BLUD BPSDKP memaparkan rencana aksi dan program kerja yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.
Pemaparan tersebut menjadi ruang refleksi untuk mengukur kesiapan BLUD dalam merealisasikan program prioritas berdasarkan kapasitas kelembagaan, sumber daya, serta dukungan anggaran yang tersedia.
Forum ini juga mengidentifikasi sejumlah kebutuhan kolaborasi yang masih perlu diperkuat, terutama pada kegiatan pelestarian dan perlindungan ekosistem, pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan, serta kajian pengembangan wisata bahari yang ramah lingkungan.
Kehadiran NGO, mitra strategis, perguruan tinggi, dan lembaga penerima hibah TFCCA dinilai penting untuk mengisi ruang dukungan melalui pendampingan teknis, inovasi program, penguatan kapasitas, penyediaan data, dan riset berbasis kebutuhan lapangan.
Salah satu lembaga yang turut mengambil peran strategis adalah Tim TFCCA dari Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati Universitas Teknologi Sumbawa. Sebagai salah satu tim penerima hibah TFCCA, FITH UTS berkomitmen memperkuat riset dalam mendukung keberlanjutan ekosistem karang.
Peran ini menjadi bagian dari kontribusi akademik UTS dalam menjaga kelestarian alam, memperkuat dasar ilmiah pengelolaan kawasan pesisir, serta mendukung pengembangan ekonomi biru yang sejalan dengan visi program TFCCA.
Melalui keterlibatan tersebut, Tim TFCCA FITH UTS akan mendorong riset terapan yang berorientasi pada penguatan data ekosistem karang, dan rekomendasi pengelolaan yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Upaya ini diharapkan mampu mendukung pengelolaan kawasan konservasi yang lebih adaptif, akuntabel, dan berbasis ilmu pengetahuan.
Ke depan, Tim TFCCA FITH UTS akan bersinergi secara strategis dengan pemerintah daerah, UPT BLUD BPSDKP, masyarakat pesisir, NGO, dan lembaga terkait lainnya. Sinergi tersebut akan diwujudkan melalui kolaborasi riset, pendampingan berbasis data, penguatan kapasitas masyarakat, serta dukungan program konservasi yang berorientasi pada keberlanjutan ekosistem laut.
Forum ini menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan kawasan konservasi tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Dengan penguatan riset, tata kelola yang baik, serta keterlibatan aktif masyarakat, ekosistem karang di NTB diharapkan dapat terus terjaga, produktif, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat pesisir. (*)













