Dewan Pendidikan Kabupaten Sumbawa Lakukan Monitoring dan Evaluasi ke Sejumlah Sekolah

Spread the love

Sumbawa Besar,
Bidikan Kamera News – Dewan Pendidikan Kabupaten Sumbawa melakukan monitoring dan evaluasi di sejumlah sekolah, Jumat (1/12). Dalam monev tersebut, Dewan Pendidikan membagi tiga tim. Dua tim menyambangi 12 sekolah di wilayah timur dan utara Sumbawa yang terdiri dari Junaida Iriani S.Pd, Erma Suryani M. Pd, Dr. Supriyadi dan Sanapiah S.Pd, serta 1 tim ke wilayah barat Sumbawa

Khusus wilayah barat, tim dikomandani langsung Ketua Dewan Pendidikan, Jamhur Husain, didampingi Sekretaris Zainuddin, dan dua orang anggota, Dr. Umar dan Dr. Suharli. Tim tersebut mengunjungi SDN Poto Pedu dan SMPN 1 Rhee di Kecamatan Rhee, kemudian ke SDN 2 Utan dan SMPN 1 Utan, terakhir di SDN Pernang dan SMPN 1 Buer.

Dalam pertemuan dengan kepala sekolah dan sejumlah guru, banyak persoalan yang dihimpun. Mulai dari kondisi fisik sekolah, kekurangan guru dan ruang belajar, kasus yang menimpa guru dan siswa, serta persoalan tenaga PPPK dan GTT.

Seperti yang disampaikan Kepala SDN Poto Pedu, Darmawati S.Pd., M.Pd, bahwa sejak sekolahnya dibangun Tahun 2021 lalu, tidak ada alokasi anggaran pemerintah untuk membenahi sekolahnya. sejumlah sarana mengandalkan bantuan swadaya dari orang tua siswa melalui Komite Sekolah. Diantaranya membangun pagar sekolah, beruga untuk sholat dan belajar. Sebab sekolahnya kekurangan gedung. Ruang Guru berada satu ruangan sempit dengan kepala sekolah. Pihaknya mendapat bantuan buku untuk perpustakaan namun gedungnya tidak ada.

“Sejak sekolah ini berdiri baru dua gedung yang terbangun. Kami sudah beberapa kali mengusulkan tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” akunya.

Kemudian di SMPN 1 Rhee. Menurut Kepala Sekolah, Syarifuddin S.Pd bahwa setiap musim hujan sekolahnya selalu banjir karena air kiriman dari gunung. Karena banjir ini, satu ruang kelas terancam roboh akibat pondasinya terkikis tergerus air. Untuk mengatasi banjir ini harus dibuat selokan sepanjang 100 meter.

“Ini sudah kami usulkan termasuk melalui aspirasi DPRD, tapi tak kunjung terwujud. Kami masih tetap berharap dan optimis pemerintah bisa memberikan perhatian,” ujarnya.
Kekurangan local juga dialami SMPN 1 Utan.

Untuk itu ungkap Kepsek, Idham Halid S.Pd, terpaksa manfaatkan ruang KKG. Selain itu sekolah ini mengalami kekurangan guru. Masalah lainnya, adalah perlindungan terhadap guru. Di satu sisi mereka ingin memaksimalkan pendidikan karakter dengan cara yang tegas, di sisi lain dihadapkan dengan UU Perlindungan Anak.

“Aturan sekolah tidak mempan, dan tidak bisa melindungi guru dari jeratan hukum,” kata Nurlaela—salah satu guru setempat.

Belum lagi penempatan PPPK yang terkesan ngawur, sehingga banyak guru kekurangan jam mengajar dan tidak ada kesempatan untuk mendapatkan sertifikasi.

Selanjutnya Kepala SDN 2 Utan, Darmiati S.Pd mengaku sekolahnya kekurangan 2 lokal. Untuk menyiasatinya, manfaatkan ruang guru. Bukan hanya ruangan, kamar mandi yang ada hanya 4 tidak sebanding dengan jumlah 300 siswa. Sekolahnya juga kekurangan guru. Aspirasi lainnya dari tenaga PTT dan GTT yang meminta diperlakukan sama seperti tenaga honor lainnya dan dapat mengikuti seleksi PPPK.

Masri S.Ag—Kepala SMPN 1 Buer mengatakan sekolahnya terus berupaya meningkatkan pendidikan karakter. Ia seminimal mungkin untuk mencegah terjadinya kekerasan baik fisik maupun psikis terhadap anak didik. Meski demikian untuk mencegah adanya proses hukum terhadap guru yang melakukan kesalahan, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan kepolisian. Di samping itu menjalin kerjasama dengan puskesmas untuk menangani siswanya yang mengalami sakit di sekolah.

Kondisi yang sama dialami SDN Pernang. Diungkapkan Kepsek, Zulkifli S.Pd bahwa bukan hanya kekurangan guru, juga ruang belajar. Pihaknya terpaksa memanfaatkan rumah dinas guru untuk dijadikan ruang kelas meski kondisinya tidak representatif. Sekolah juga membutuhkan mushollah untuk menguatkan pendidikan karakter anak didik. Untuk sholat, terpaksa menggunakan perpustakaan dan ruang kelas yang keadaannya tidak steril. Pagar belakang sekolah juga menggunakan seng bekas, karena sejak dihantam gempa 2018 silam belum ada anggaran untuk memperbaikinya.

Terhadap semua permasalahan itu, Dewan Pendidikan Kabupaten Sumbawa siap menfasilitasinya, baik persoalan kekurangan guru, kondisi sekolah, maupun dilema yang dialami guru dalam mendidik siswanya.

“Kami meminta para guru bisa mengendalikan diri dengan meredam emosi. Hindari hal-hal yang berpotensi terjadinya tindak pidana,” kata Jamhur Husain, Ketua Dewan Pendidikan.

Mengenai kondisi fisik sekolah maupun kekurangan guru, JH—sapaan akrabnya, akan mengkomunikasikannya dengan dinas terkait, sehingga mendapat perhatian untuk direalisasikan. Demikian juga dengan rumah dinas yang dijadikan ruang kelas, Dewan Pendidikan telah menghubungi Bagian Aset DPKAD Sumbawa untuk pengalihan fungsi aset.

“Kami akan terus mengawal dan memperjuangkan aspirasi warga sekolah dalam rangka mendukung peningkatan mutu pendidikan,” pungkasnya. (Jim)


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Next Post

Residivis Curanmor Dibekuk Tim Puma di Lape Usai Beraksi di Dusun Sebasang Ketanga

Sab Des 2 , 2023
Spread the love       Sumbawa Besar, bidikankameranews.com – Tim Opsnal Satuan reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa, berhasil mengamankan dua orang […]
content-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

maujp

maujp

sabung ayam online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

118000491

118000492

118000493

118000494

118000495

118000496

118000497

118000498

118000499

118000500

118000501

118000502

118000503

118000504

118000505

118000506

118000507

118000508

118000509

118000510

118000511

118000512

118000513

118000514

118000515

118000516

118000517

118000518

118000519

118000520

118000521

118000522

118000523

118000524

118000525

118000526

118000527

118000528

118000529

118000530

118000531

118000532

118000533

118000534

118000535

118000536

118000537

118000538

118000539

118000540

128000546

128000547

128000548

128000549

128000550

128000551

128000552

128000553

128000554

128000555

128000556

128000557

128000558

128000559

128000560

128000561

128000562

128000563

128000564

128000565

128000566

128000567

128000568

128000569

128000570

128000571

128000572

128000573

128000574

128000575

128000576

128000577

128000578

128000579

128000580

128000581

128000582

128000583

128000584

128000585

128000586

128000587

128000588

128000589

128000590

128000591

128000592

128000593

128000594

128000595

128000596

128000597

128000598

128000599

128000600

128000601

128000602

128000603

128000604

128000605

138000421

138000422

138000423

138000424

138000425

178000756

178000757

178000758

178000759

178000760

178000761

178000762

178000763

178000764

178000765

178000766

178000767

178000768

178000769

178000770

178000771

178000772

178000773

178000774

178000775

208000221

208000222

208000223

208000224

208000225

208000226

208000227

208000228

208000229

208000230

208000231

208000232

208000233

208000234

208000235

208000236

208000238

208000239

208000240

208000241

208000242

208000243

208000244

208000245

208000246

208000247

208000248

208000249

208000250

208000251

208000252

208000253

208000254

208000256

208000257

208000258

208000259

208000260

208000261

208000262

208000263

208000264

208000265

208000266

208000267

208000268

208000269

208000270

208000271

208000272

208000273

208000274

208000275

208000276

208000277

208000278

208000279

208000280

content-1701