Hadapi Musim Kemarau, Pemdes Tapir Mengajak Warganya Waspadai Potensi Kebakaran

Tapir KSB, bidikankameranews.com – Musim kemarau telah tiba, masyarakat Drsa Tapir , Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat dihimbau untuk waspada terhadap bahaya kebakaran lahan dan kebun. Musim kemarau atau musim kering adalah musim di daerah tropis yang dipengaruhi oleh sistem muson. Untuk dapat disebut musim kemarau, curah hujan per bulan harus di bawah 60 mm per bulan (atau 20 mm per dasarian) selama tiga dasarian berturut-turut. Hal ini dikatakan Zaenudin .S.E., kepala Desa Tapir kepada media 08/08.
Musim Kemarau panjang adalah Musim Kemarau yang sangat panas dengan jangka waktu yang panjang. Selain itu, adanya fenomena MJO (Madden Julian Asseillation) yaitu sebuah osilasi yang merupakan variasi intraseasional yang kerap terjadi di daerah tropis dengan pengurangan-pengurangan curah hujan atau disebut fase kering (suhu poros meningkat) yang melewati Nusa Tenggara.
” Musim kemarau telah tiba, masyarakat dihimbau untuk waspada terhadap bahaya kebakaran lahan dan kebun ” terang Kades.
Zaenudin juga mengajak Warganya untuk menjaga kebersihan untuk menghindari kebakaran terutama Sampah yang berserakan dan bahan yang mudah terbakar seperti mengomel dan daun kering dapat menyulut kebakaran ” mari kita menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar Anda ” urai Zaenudin
Kepala Desa juga mengajak warganya untuk berhemat air sebanyak mungkin, terutama dalam hal penggunaan air rumah tangga. Tutup keran air saat tidak digunakan dan perbaiki kebocoran.
Untuk mengantisipasi hal _ hal kebakaran yang tidak kita inginkan, zaenudin mengajak untuk setiap kepala rumah tangga
untuk selalu menyediakan Peralatan Pemadaman Darurat: Miliki peralatan pemadaman darurat, seperti selang udara dan alat pemadam api ringan, untuk menangani kebakaran yang mungkin terjadi.
Musim kemarau merupakan tantangan yang memerlukan tindakan pencegahan dan kewaspadaan yang kuat. Dengan menjaga kebersihan, menghemat udara, dan melakukan tindakan pencegahan, kita dapat meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan serta melindungi pasokan udara bersih dan mata pencaharian. Kesadaran dan kerja sama masyarakat dalam menghadapi musim kemarau sangat penting untuk mengurangi dampak negatif dan menjamin kelangsungan hidup yang berkelanjutan. ( Edi )













