
Denpasar Bali, bidikankameranews.com –
Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui keberhasilan tim pelaksana Program Kosabangsa pada Seminar Hasil Program Kosabangsa Tahun Anggaran 2025 yang dilaksanakan di Denpasar, Bali tanggal 25-26 Juni 2026. Tim Program Kosabangsa UTS yang diketuai Emsal Yanuar, S.Si.,M.Si., dengan anggota Lalu Heri Rizaldi, S.TP. MT, dan Mikhratunisa, S.Si., M.Si berhasil meraih dua penghargaan nasional, yaitu, Juara I Kategori Produk Kosabangsa Terbaik, dan Juara II Kategori Dampak Pemberdayaan dan Keberlanjutan Masyarakat Terbaik.
Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas keberhasilan tim dalam menghasilkan inovasi berbasis potensi lokal yang tidak hanya unggul sebagai produk inovasi, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pemberdayaan dan keberlanjutan masyarakat. Program Kosabangsa dilaksanakan melalui kolaborasi antarperguruan tinggi, dengan Universitas Teknologi Sumbawa sebagai perguruan tinggi pelaksana dan Universitas Mahasaraswati Denpasar sebagai perguruan tinggi pendamping. Sinergi ini memperkuat pelaksanaan program melalui kolaborasi keilmuan, pendampingan teknis, dan penguatan kapasitas masyarakat.
Program dilaksanakan di Desa Ropang, Kabupaten Sumbawa, melalui pengembangan sistem terintegrasi budidaya dan pengolahan kemiri yang mengoptimalkan potensi lokal sebagai sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program mengedepankan pendekatan pemberdayaan masyarakat, mulai dari penguatan kapasitas, pengembangan produk bernilai tambah, penguatan kelembagaan, hingga perluasan akses pasar sehingga masyarakat memperoleh manfaat ekonomi yang berkelanjutan.
Inovasi yang dikembangkan menerapkan prinsip ekonomi sirkular, dengan memanfaatkan seluruh bagian komoditas kemiri sehingga mampu meningkatkan nilai tambah, mengurangi limbah, dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Pelaksanaan Program Kosabangsa selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Sumbawa melalui Program Sumbawa Hijau Lestari, yaitu mendorong keseimbangan
antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui pengelolaan komoditas kemiri secara berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan, program ini turut mendukung penguatan ekonomi hijau dan konservasi sumber daya alam.
Ketua Tim Program Kosabangsa, Emsal Yanuar, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja sama seluruh anggota tim, perguruan tinggi mitra, dukungan institusi, pemerintah desa, serta partisipasi aktif masyarakat sebagai mitra utama dalam pelaksanaan program. “Penghargaan ini dipersembahkan kepada masyarakat Desa Ropang, yang telah menjadi mitra strategis dalam setiap tahapan kegiatan. Keberhasilan program menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan desa. Tim pelaksana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (DRPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) atas dukungan pendanaan, pembinaan, serta kepercayaan yang diberikan melalui Program Kosabangsa Tahun Anggaran 2025 sehingga program dapat terlaksana dengan baik.”
Ia menambahkan, “ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pimpinan Universitas Teknologi Sumbawa dan Universitas Mahasaraswati Denpasar, beserta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) masing-masing, atas dukungan kelembagaan, fasilitasi, dan pendampingan selama pelaksanaan Program Kosabangsa. Apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Ropang, kelompok masyarakat mitra, PT Sumbawa Jutaraya, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi aktif, terbuka terhadap inovasi, dan bersama-sama membangun model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.”
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat mampu menghasilkan inovasi yang berdampak luas, memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta mendukung pembangunan berbasis potensi lokal. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi untuk memperluas implementasi model pemberdayaan berbasis potensi lokal ke berbagai wilayah lainnya, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan sejalan dengan semangat Sumbawa Hijau Lestari. (*)













