KP3S Road Show Ke Kabupaten/Kota Di Pulau Sumbawa, Menyamakan Presepsi Percepatan PPS sebagai DOB

Spread the love

KP3S Road Show Ke Kabupaten/Kota Di Pulau Sumbawa, Menyamakan Presepsi Percepatan PPS sebagai DOB

Sumbawa Barat, bidikankameranews.com

Komite Percepatan Provinsi Pulau sumbawa ( KP3S ) , saat ini mengadakan Road Show ke Bupati/Walikota Sepulau Sumbawa Guna Menyamakan Presepsi yang sempat terputus , Bendahara Umum Komite Percepatan provinsi Pulau Sumbawa ( KP3S ) Judiar Abdul Kadir kepada media pada Jum’at ( 20/08 ) mengatakan , bahwa persoalan terhambatnya pembentukan Provinsi Pulau sumbawa dikarenakan adanya laporan Dugaan Anggota Komisi II DPR-RI Milyaran Rupiah, itulah yang menghambat terbentuknya Provinsi Pulau Sumbawa sebagai Daerah Otonomi Baru ( DOB ). ” kemarin persoalannya sudah ditahap 2 , artinya tinggal diketok palu, muncullah penudingan Fitnah Ketua Komisi II DPR-RI di isukan menerima uang untuk meloloskan Provinsi Pulau sumbawa sebagai DOB, semua yang tidak masuk didalam 22 DOB , kan ada 22 DOB nomor satunya itu PPS ” kata Juniar yang diampingi oleh Dr Sanusi S.Pag ( Ketua KP3S jakarta ), ,Drs H Syafrudin M.Si ( Wakil ketua KP3S jakarta ), Taufiqurrahman ST ( Anggota KP3S jakarta ).

Selajutnya kata Juniar, untuk mendorong percepatan Pembentukan PPS adalah DPR dan Presiden, karena secara admistrasi semua dokumen kajian dan analisa sudah lengkap dan sudah tidak ada persoalan, tinggal menunggu persetujuan Presiden dan DPR, agar PPS segera direalilasikan maka Tim KP3S saat ini mengadakan Road Show ke kabupaten/Kota yang ada di Pulau sumbawa, guna menyatukan presepsi yang sempat terputus, karena saat ini Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama DPR-RI melakukan kunjungan ke Irian Jaya, karena Irian jaya mengusulkan Tiga Provinsi Baru, hal ini tidak mungkin karena penduduknya sedikit, paling yang disetujui hanya satu Provinsi , bukan itu berarti akan dibukanya kran Moratorium, kan sekarang diganti UU 32 menjadi UU 23 secara otomatis ada ada peluang PPS menjadi DOB, ini yang kita perjuangkan bersama-sama

Dr Ir H W Musyafirin MM, KP3S saat ini sedang membangun jaringan konsolidasi terkait usulan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa yang tinggal satu langkah, semoga Road Sow KP3S ini dari ujung timur sampai ke Ujung Barat Pulau Sumbawa ini menjadi langkah maju bagi percepatan Provinsi Pulau Sumbawa, sehingga apa yang dilakukan oleh Panitia KP3S ini membawa angin segar, ” terhambatnya Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa diakibatkan adanya masalah Intern dengan Anggota Komisi II DPR-RI, Persoalan Intern ini tidak ditemukan adanya dugaan tersebut , maka Tim KP3S tersebut segera mendorong ke Kementerian Dalam Negeri dan Presiden  untuk segera mengesahkan terbentuknya Provinsi Pulau Sumbawa bersama Provinsi Papua yang telah masuk kedalam Pembahasan Daerah Otonomi Baru ” kata Bupati

seperti yang dikutip melalu jpnn.com,  Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan pemerintah hingga kini belum memutuskan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB), termasuk tentang Provinsi Pulau Sumbawa di Nusa Tenggara Barat.

Penegasan itu disampaikan Tito usai memberikan pengarahan kepada jajaran pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dihadiri Gubernur Zulkieflimansyah dan Wakilnya Sitti Rohmi Djalilah, di Pendopo Gubernur NTB, Mataram, Sabtu (24/4). “Belum ada (keputusan, red), karena pemekaran DOB itu problemnya keuangan,” kata Mendagri Tito kepada wartawan.   Mantan Kapolri itu mengakui di Kemendagri terdapat 317 daerah yang mengusulkan pemekaran kepada pemerintah pusat. Tetapi tidak satu pun yang disetujui.

Tito menjelaskan bahwa situasi keuangan negara di tengah pandemi Covid-19 tidak memungkinkan untuk melakukan pemekaran sebuah wilayah. Menurut Tito, memang pernah ada skenario pada 2019 pemerintah akan membuka moratorium pemekaran dengan skala prioritas. Tetapi pada awal 2020 pandemi virus Corona melanda dunia termasuk Indonesia. Kondisi itu menurutnya berdampak pada perekonomian nasional dan penerimaan negara pun menurun tidak sesuai target. sedangkan belanja naik.

“Akibatnya terjadi defisit dengan gab di atas lima persen. Dalam kondisi seperti ini tentu prioritas pemerintah pusat adalah pemulihan ekonomi dan kesehatan, sehingga opsi DOB belum bisa dilakukan,” terang Tito. Pemekaran menurutnya bisa saja dilakukan bila pandemi Covid-19 berakhir dan pendapatan negara kembali stabil. Artinya, penerimaan negara lebih besar dan belanja juga surplus.

“Kalau pendapatan lebih besar dan belanja surplus maka kita akan lakukan DOB itu,” ucap Tito.
Sebelumnya, pemerintah dikabarkan akan mengesahkan delapan provinsi baru dari 30 usulan pembentukan DOB yang sudah diloloskan dalam pembahasan pada tahun 2013. Kedelapan DOB itu yakni Provinsi Tapanuli, Provinsi Kepulauan Nias, Provinsi Bolaang Mongondow Raya, Provinsi Pulau Sumbawa, Provinsi Kapuas Raya, Provinsi Papua Barat Daya, Provinsi Papua Tengah, dan Provinsi Papua Selatan. ( Edi/Red )

 

( Edi )

 

 


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Next Post

Momen Vaksinasi Presisi Merdeka Goes To Campus, Kapolres Sumbawa Mohon Pamit

Jum Agu 20 , 2021
Spread the love      SUMBAWA, bidikankameranews.com – Kapolres Sumbawa, AKBP. Widy Saputra, S.IK MH bersama Bupati Sumbawa, Ketua DPRD, serta Unsur Forkopimda […]
content-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 328000631

article 328000632

article 328000633

article 328000634

article 328000635

article 328000636

article 328000637

article 328000638

article 328000639

article 328000640

article 328000641

article 328000642

article 328000643

article 328000644

article 328000645

article 328000646

article 328000647

article 328000648

article 328000649

article 328000650

article 328000651

article 328000652

article 328000653

article 328000654

article 328000655

article 328000656

article 328000657

article 328000658

article 328000659

article 328000660

article 888000061

article 888000062

article 888000063

article 888000064

article 888000065

article 888000066

article 888000067

article 888000068

article 888000069

article 888000070

article 888000071

article 888000072

article 888000073

article 888000074

article 888000075

article 888000076

article 888000077

article 888000078

article 888000079

article 888000080

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 868100051

article 868100052

article 868100053

article 868100054

article 868100055

article 868100056

article 868100057

article 868100058

article 868100059

article 868100060

article 868100061

article 868100062

article 868100063

article 868100064

article 868100065

article 868100066

article 868100067

article 868100068

article 868100069

article 868100070

article 868100071

article 868100072

article 868100073

article 868100074

article 868100075

article 868100076

article 868100077

article 868100078

article 868100079

article 868100080

cuaca 898100041

cuaca 898100042

cuaca 898100043

cuaca 898100044

cuaca 898100045

cuaca 898100046

cuaca 898100047

cuaca 898100048

cuaca 898100049

cuaca 898100050

cuaca 898100051

cuaca 898100052

cuaca 898100053

cuaca 898100054

cuaca 898100055

cuaca 898100056

cuaca 898100057

cuaca 898100058

cuaca 898100059

cuaca 898100060

cuaca 898100061

cuaca 898100062

cuaca 898100063

cuaca 898100064

cuaca 898100065

cuaca 898100066

cuaca 898100067

cuaca 898100068

cuaca 898100069

cuaca 898100070

cuaca 898100071

cuaca 898100072

cuaca 898100073

cuaca 898100074

cuaca 898100075

cuaca 898100076

cuaca 898100077

cuaca 898100078

cuaca 898100079

cuaca 898100080

cuaca 898100081

cuaca 898100082

cuaca 898100083

cuaca 898100084

cuaca 898100085

cuaca 898100086

cuaca 898100087

cuaca 898100088

cuaca 898100089

cuaca 898100090

cuaca 898100091

cuaca 898100092

cuaca 898100093

cuaca 898100094

cuaca 898100095

cuaca 898100096

cuaca 898100097

cuaca 898100098

cuaca 898100099

cuaca 898100100

cuaca 898100101

cuaca 898100102

cuaca 898100103

cuaca 898100104

cuaca 898100105

cuaca 898100106

cuaca 898100107

cuaca 898100108

cuaca 898100109

cuaca 898100110

cuaca 898100111

cuaca 898100112

cuaca 898100113

cuaca 898100114

cuaca 898100115

cuaca 898100116

cuaca 898100117

cuaca 898100118

cuaca 898100119

cuaca 898100120

cuaca 898100121

cuaca 898100122

cuaca 898100123

cuaca 898100124

cuaca 898100125

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

article 710000051

article 710000052

article 710000053

article 710000054

article 710000055

article 710000056

article 710000057

article 710000058

article 710000059

article 710000060

article 710000061

article 710000062

article 710000063

article 710000064

article 710000065

article 710000066

article 710000067

article 710000068

article 710000069

article 710000070

article 710000071

article 710000072

article 710000073

article 710000074

article 710000075

article 710000076

article 710000077

article 710000078

article 710000079

article 710000080

article 999990011

article 999990012

article 999990013

article 999990014

article 999990015

article 999990016

article 999990017

article 999990018

article 999990019

article 999990020

article 999990021

article 999990022

article 999990023

article 999990024

article 999990025

article 999990026

article 999990027

article 999990028

article 999990029

article 999990030

article 999990031

article 999990032

article 999990033

article 999990034

article 999990035

article 999990036

article 999990037

article 999990038

article 999990039

article 999990040

cuaca 638000001

cuaca 638000002

cuaca 638000003

cuaca 638000004

cuaca 638000005

cuaca 638000006

cuaca 638000007

cuaca 638000008

cuaca 638000009

cuaca 638000010

cuaca 638000011

cuaca 638000012

cuaca 638000013

cuaca 638000014

cuaca 638000015

cuaca 638000016

cuaca 638000017

cuaca 638000018

cuaca 638000019

cuaca 638000020

content-1701