
Sumbawa NTB, bidikankameranews.com (24 Mei 2026) – Semangat perubahan dan kepemimpinan muda mewarnai pelaksanaan kegiatan Meet The Leaders Sekolah Pilar Muda yang digelar di La Grande Ballroom pada Minggu, 24 Mei 2026. Kegiatan yang diselenggarakan melalui kerja sama MPR RI bersama MY Institute tersebut menjadi momentum penting bagi pelajar dan pemuda se-Kabupaten Sumbawa untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, kepedulian sosial, serta keterlibatan generasi muda dalam pembangunan daerah.
Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WITA dan dihadiri oleh para delegasi Sekolah Pilar Muda yang berasal dari berbagai wilayah regional di Kabupaten Sumbawa. Sejak awal pelaksanaan, suasana acara berlangsung penuh semangat dan antusiasme. Rangkaian pembukaan diawali dengan pemutaran bumper opening yang kemudian dilanjutkan dengan penampilan tari kreasi sebagai bentuk penyambutan kepada seluruh tamu undangan dan peserta yang hadir.
Tidak hanya itu, panitia juga menampilkan video profil Sekolah Pilar Muda sekaligus memperkenalkan para delegasi yang telah melalui proses seleksi dan pembinaan sebelumnya. Tayangan tersebut memberikan gambaran mengenai tujuan, proses, serta semangat yang dibangun dalam program Sekolah Pilar Muda sebagai ruang pembinaan generasi muda di Kabupaten Sumbawa.
Acara kemudian dipandu oleh MC Subhan Azharullah, S.Pd. Seluruh peserta dan tamu undangan selanjutnya berdiri bersama untuk menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Momen tersebut menjadi simbol penguatan nilai kebangsaan serta semangat persatuan di tengah keberagaman latar belakang para peserta yang hadir.
Kepala Sekolah Pilar Muda, Dr. Miftahul Arzak, S.I.Kom., M.A., dalam sambutannya menekankan pentingnya menyiapkan generasi muda Kabupaten Sumbawa agar mampu menghadapi tantangan masa depan dan menjadi bagian dari terwujudnya Indonesia Emas 2045. Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan bangsa di masa mendatang.
Ia menjelaskan bahwa Sekolah Pilar Muda lahir dari kebutuhan nyata anak muda Sumbawa terhadap ruang yang lebih interaktif dan partisipatif. Hal tersebut diketahui melalui hasil angket pada kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang menunjukkan bahwa banyak pemuda ingin dilibatkan secara langsung dalam proses berpikir dan perubahan sosial, bukan sekadar menjadi pendengar dalam sebuah forum.
Berangkat dari kondisi tersebut, Sekolah Pilar Muda dibangun sebagai wadah pembinaan generasi muda yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, serta kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitar. Program ini juga ditegaskan berjalan secara netral tanpa membawa kepentingan politik tertentu.
Dalam sambutannya, Dr. Miftahul Arzak turut menyoroti kondisi demografi Kabupaten Sumbawa yang saat ini didominasi oleh generasi muda, khususnya Generasi Z dan Generasi Alpha. Kondisi tersebut dinilai sebagai peluang besar apabila generasi muda mampu dipersiapkan dengan baik melalui pendidikan karakter, kepemimpinan, dan peningkatan kapasitas diri.
Namun di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa bonus demografi dapat berubah menjadi tantangan apabila generasi muda kehilangan arah akibat berbagai persoalan seperti rendahnya literasi, budaya instan, kecanduan media sosial, pengangguran muda, hingga menurunnya kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar.
Karena itu, melalui Sekolah Pilar Muda para peserta tidak hanya diberikan materi secara teoritis, tetapi juga didorong untuk melakukan riset, menulis esai, serta memahami langsung persoalan lingkungan, pangan, dan sosial yang terjadi di daerah masing-masing. Melalui proses tersebut, para delegasi diharapkan mampu melahirkan gagasan yang relevan dan sesuai dengan kondisi masyarakat.
Hasil pemikiran para delegasi nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi untuk disampaikan kepada pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Sumbawa. Selain itu, proyek sosial yang dirancang para peserta juga akan didampingi dan didukung selama satu tahun sebagai bentuk keberlanjutan pembinaan generasi muda.
Setelah sambutan pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow Meet The Leaders yang dimoderatori oleh Lalu Ahmad Taubih, S.AP., M.Sc., CHCM. Talkshow tersebut menghadirkan Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI sekaligus Ketua Komite Sekolah Pilar Muda, H. Johan Rosihan, S.T., M.H., CPM, bersama Sherly Annavita Rahmi, S.Sos., M.SIPh sebagai narasumber utama.
Forum dialog tersebut membahas berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda di era modern, terutama di tengah perkembangan teknologi digital, perubahan sosial, serta dinamika politik dan ekonomi global yang terus berkembang. Dalam diskusi tersebut, peserta diajak memahami bahwa generasi muda harus mampu mengambil peran sebagai pelaku utama pembangunan bangsa.
Para narasumber menekankan pentingnya kepemimpinan, nilai kebangsaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta kontribusi nyata pemuda dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah. Selain itu, para peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun karakter generasi muda yang kritis, adaptif, produktif, dan berintegritas.
Isu mengenai modernitas dan identitas generasi muda turut menjadi pembahasan penting dalam talkshow tersebut. Para peserta diajak memahami bagaimana perkembangan teknologi dan media sosial dapat memberikan dampak positif maupun negatif bagi kehidupan generasi muda apabila tidak digunakan secara bijak.
Pembahasan mengenai literasi digital, etika bermedia sosial, hingga personal branding menjadi perhatian utama dalam forum tersebut. Para peserta didorong agar mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi, pengembangan diri, serta media untuk menghadirkan perubahan sosial yang positif di tengah masyarakat.
Melalui forum dialog tersebut, Sekolah Pilar Muda berharap mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga memiliki keberanian mengambil peran nyata dalam kehidupan sosial serta mampu menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah perkembangan zaman.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi penyematan pin kepada seluruh delegasi Sekolah Pilar Muda. Prosesi tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Penyematan pin dilakukan langsung oleh H. Johan Rosihan, S.T., M.H., CPM, bersama Dr. Miftahul Arzak, S.I.Kom., M.A., serta Sherly Annavita Rahmi, S.Sos., M.SIPh.
Dalam prosesi tersebut, para delegasi dipanggil secara bergantian berdasarkan wilayah regional, dimulai dari Regional 1 hingga Regional 10. Penyematan pin menjadi simbol tanggung jawab serta komitmen para peserta sebagai bagian dari generasi muda yang siap berkontribusi bagi masyarakat dan daerah.
Suasana kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Para delegasi tampak bangga ketika menerima penyematan pin sebagai tanda resmi bergabung dalam Sekolah Pilar Muda. Prosesi tersebut bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga menjadi simbol lahirnya semangat kepemimpinan dan pengabdian generasi muda terhadap daerahnya.
Melalui penyematan pin tersebut, para delegasi diharapkan mampu membawa semangat kolaborasi, kepedulian sosial, serta komitmen untuk menjadi agen perubahan di Kabupaten Sumbawa.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pidato perwakilan delegasi Sekolah Pilar Muda yang disampaikan oleh Remon Aksa Dinata dari Regional 7. Dalam pidatonya, ia mengajak generasi muda Sumbawa untuk menjadi pemuda yang tidak hanya pandai berdiskusi, tetapi juga mampu menghadirkan tindakan nyata bagi masyarakat dan daerah.
Ia menegaskan bahwa Sekolah Pilar Muda lahir dari keresahan terhadap banyaknya gagasan yang sering kali berhenti di ruang diskusi tanpa implementasi nyata di lapangan. Menurutnya, generasi muda harus mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang terjadi di daerah.
Remon menjelaskan bahwa selama masa karantina, para delegasi mendapatkan berbagai pembekalan mulai dari pelatihan kepemimpinan, simulasi persidangan, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan terkait isu lingkungan, pendidikan, dan tata kelola wilayah di Kabupaten Sumbawa.
Rekomendasi tersebut kemudian disampaikan secara langsung kepada Bupati Sumbawa dan Wakil Ketua DPRD Sumbawa sebagai bentuk kontribusi nyata generasi muda terhadap pembangunan daerah.
Selain itu, dalam pidatonya ia juga menyoroti pentingnya keberlanjutan gerakan setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai. Para delegasi berkomitmen menjalankan proyek sosial yang berfokus pada regenerasi petani dan penyelenggaraan Festival Pilar Muda sebagai upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus melestarikan kebudayaan daerah.
Menurutnya, masa depan Kabupaten Sumbawa tidak dibangun hanya melalui teori dan wacana, tetapi melalui kerja nyata, kepedulian sosial, serta kolaborasi generasi muda yang berpikir cerdas dan bergerak dengan hati.
Menjelang akhir kegiatan, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Rafly Akbar Hikmawan, S.T. Doa dipanjatkan sebagai bentuk rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan Sekolah Pilar Muda.
Selain itu, doa juga menjadi harapan agar ilmu, pengalaman, serta nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan dapat memberikan manfaat bagi seluruh delegasi. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan daerahnya.
Kegiatan Meet The Leaders Sekolah Pilar Muda kemudian resmi ditutup pada pukul 11.41 WITA. Melalui kegiatan ini, Sekolah Pilar Muda diharapkan mampu menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda Kabupaten Sumbawa untuk terus belajar, berkolaborasi, dan menghadirkan perubahan nyata bagi masa depan daerah dan Indonesia. (*)













