
Sumbawa Besar, bidikankameranews.com (14 Juni 2026) – Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Sumbawa menyelenggarakan kegiatan Istighotsah dan Dzikir Akhir Tahun 1447 Hijriah bertajuk “BAJIWA” (Bakerik Ling Pamuji Gama Samawa) di Masjid Agung Nurul Huda, Kecamatan Sumbawa, Minggu (14/6/2026), bertepatan dengan 28 Dzulhijjah 1447 H.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori beserta Ketua GOW Kabupaten Sumbawa Dra. Hj. Sudarti H. Mohamad Ansori, Anggota DPR RI H. Johan Rosihan, ST., MH, Ketua Baznas Kabupaten Sumbawa, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sumbawa, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Sumbawa, Penyuluh Agama Kecamatan Untir Iwes dan Labuhan Badas, Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Nurul Huda, Ketua BKMT Kabupaten Sumbawa, Ketua BKMT Kecamatan Sumbawa, serta Ketua dan anggota BKMT Permata Kelurahan se-Kecamatan Sumbawa.
Dalam sambutannya, Sekretaris Umum DKM Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa Besar_ M. Wildan, M.Pd menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BKMT Kabupaten Sumbawa beserta panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara istiqamah sebagai sarana introspeksi diri terhadap berbagai amal dan kewajiban yang telah maupun belum ditunaikan.
“Semoga kegiatan yang kita laksanakan pada pagi hari ini tidak lain dan tidak bukan untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Masjid Agung Nurul Huda terbuka untuk berkolaborasi dengan majelis taklim, BKMT, maupun berbagai organisasi lainnya dalam upaya memakmurkan masjid.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov., menyampaikan bahwa tradisi menyambut Tahun Baru Islam dengan dzikir dan istighotsah merupakan tradisi yang perlu terus dijaga dan dilestarikan oleh umat Islam.
Menurutnya, dzikir dan istighotsah merupakan bentuk penghambaan sekaligus ikhtiar untuk memohon perlindungan dan ampunan kepada Allah SWT. Ia mengajak masyarakat untuk memperbanyak dzikir dalam setiap kesempatan sebagai benteng spiritual bagi diri, keluarga, dan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Hasyr ayat 18 yang mengingatkan umat beriman untuk bertakwa dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat. Ia juga mengaitkan makna takwa dengan falsafah lokal masyarakat Sumbawa, yakni “takit ko nene kangila boat lenge”, yang berarti tidak hanya takut kepada Allah SWT, tetapi juga malu melakukan perbuatan buruk.
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BKMT Kabupaten Sumbawa atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan dzikir dan istighotsah bukan sekadar simbol atau seremonial, melainkan bentuk nyata syiar Islam dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Melalui dzikir dan istighotsah, hati kita menjadi tenang, hubungan kita dengan Allah SWT semakin dekat, dan hal itu akan membawa kesejukan serta kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Wabup berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin yang dilaksanakan tidak hanya di Masjid Agung Nurul Huda, tetapi juga di berbagai masjid, mushala, dan surau di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa. Ia meyakini bahwa kegiatan keagamaan yang dilakukan secara berkelanjutan akan membawa keberkahan serta perubahan positif dalam kehidupan masyarakat.
Lebih lanjut, ia mendorong BKMT di tingkat kabupaten maupun kecamatan untuk terus menjalin sinergi dengan Dewan Kemakmuran Masjid, Dewan Masjid Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muslimat, Fatayat, serta berbagai organisasi keagamaan lainnya. Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan dzikir dan pembinaan keagamaan juga dinilai penting untuk memperkuat karakter religius masyarakat Sumbawa.
Mengakhiri sambutannya, Wabup Mohamad Ansori mengajak seluruh masyarakat untuk terus menggiatkan kegiatan keagamaan dan menjaga kearifan lokal yang menjadi identitas Tau dan Tana Samawa.
“Pembangunan daerah harus berjalan seimbang antara pembangunan spiritual dan pembangunan ekonomi agar tercipta masyarakat Sumbawa yang religius, unggul, maju, dan sejahtera,” tegasnya.
Kegiatan Istighotsah dan Dzikir Akhir Tahun 1447 H tersebut ditutup dengan dzikir bersama yang dipimpin oleh Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Sumbawa, Drs. Ahmad Syaihu Rauf.
Melalui kegiatan BAJIWA, diharapkan semangat kebersamaan, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta kecintaan masyarakat terhadap syiar Islam terus tumbuh dan menjadi fondasi dalam mewujudkan Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera. (*)













