
Editorial Tim Redaksi
Pasca Pileg Pebruari 2024, Golkar hingga saat ini belum menentukan arah koalisi untuk Pilkada Sumbawa Barat. Dilihat dari hasil komposisi hasil pileg, Golkar sendiri masih bisa membuat poros baru asal menggandeng satu parpol parlemen dengan minimal tambahan 2 kursi, karena hasil Pileg 2024 Partai Golkar kini Mampu menempatkan 3 wakilnya di Istana Bertong, secara otomatis Golkar akan mengusung Sekretaris DPD 2 Partai Golkar Sumbawa Barat yaitu Drs H.Tamsil untuk maju pada Pilkada KSB, untuk itu Golkar harus berkoalisi dengan partai lain agar memenuhi syarat 20 persen dari jumlah 25 anggota DPRD terpilih 2024-2029.
Dilihat dari komposisi hasil Pilkada 2024, Golkar punya peluang membuat poros baru. Namun, figur yang diusung masih tanda tanya apakah mengusung Drs H Tamsil ataukah membuat poros baru ataukah Berkoalisi sebagai Partai Pengusung..?
Bisa saja Golkar membuat poros baru dengan Nasdem yang juga mempunyai 3 perwakilan di perlemen hasil pileg kemarin red dan Golkar juga mempunyai 3 kursi DPRD, untuk mencapai 20 persen, karena batas mengusung 5 kursi. Akan tetapi siapa yang mau diusung? Apakah akan muncul pasangan Koalisi poros baru FUD – Tamsil ( Nasdem – Golkar 6 kursi ), ataukah Tamsil – Akherudin ( Golkar – Gerindra 6 Kursi ) dan ataukah Nasir – Tamsil ( PAN – Golkar 5 kursi ), semua itu bisa terjadi tergantung hasil komukasi para elit partai dengan membuat poros baru.
Dari pantauan suara Rakyat Sumbawa Barat, Drs H Tamsil sangat berpeluang maju sebagai calon Bupati atau Calon Wakil Bupati jika nantinya Golkar membuat poros baru.
Namun Demikian akan sangat sulit jika sosok figur yang diusung oleh partai Golkar dengan Mitra Koalisinya, jikalau tidak bisa mempengaruhi suara Publik.
Akan tetapi bisa lebih realistis jika Golkar bergabung dengan PDIP, PKS dan PPP ke salah satu Kandidat Cabup yaitu H Amar Nurmansyah
Peluang kandidat terkuat juga dapat dilihat kalau H Amar Nurmansyah Sekda Sumbawa Barat yang digadang – gadang menjadi Cabup diusung oleh PKS , PPP ,PKB yang mana akan dipasangkan dengan Hj Nani Musyafirin melalui partai PDIP sebagai partai pengusung, tentunya sangat terbuka peluangnya , karena secara otomatis kalau Golkar mau Aman pasti tidak akan membentuk poros baru.
“peluang koalisi Golkar akan sangat ditentukan terkait Figur yang akan diusung”
Kami melihat Golkar hanya akan menjadi lokomotif pengusung cabup dan Cawabup di Pilkada 2024 yang akan digelar pada bulan November 2024.
Namun demikian PAN juga mempunyai figur M Nasir ST , NASDEM Fud Syaifudin, Gerindra Akherudin Sidik dan Merliza , selain calon dari Independen yaitu Ustad M.Nur Yasin juga siap digadang gadang maju sebagai Calon Pilkada, kalaupun Golkar mengadang gadang H. Tamzil, siapa kira kira pasangan yang cocok , ?.
Yang menjadi pertanyaan saat ini, apakah Koalisi tersebut dapat terbentuk..?, sementara pelantikan Anggota DPRD, DPR Prov, DPR-RI dan DPD akan dilantik pada bulan Oktober hasil Pileg kemarin, sedangkan Pendaftaran Calon Kada dibuka pada bulan Agustus 2024, apakah iya Koalisi poros baru dapat terbentuk..?
Hanya satu partai yang aman tanpa berkoalisi dapat mengusung calonnya sendiri tanpa berkoalisi adalah Partai PDI Perjuangan dengan perolehan keterwakilan 5 kursi ( 20 %) sebagai Syarat untuk mengusung Cakada.
“Yang jelas, di mana pun posisi Golkar, ketika pemerintahan 2024-2029 nanti, Golkar tetap akan di lingkaran pemerintah atau penguasa, karena sejarah Golkar selama ini begitu”. ( redaksi )













