Keberadaan Embung Matanai Tarusa Punya Nilai Ekonomis Bagi Petani , 20 Tahun Pemdes Menunggu Akhirnya Terealisasi

Spread the love

Tarusa, Sumbawa ( bidikankameranews.com )
Pembangunan disektor pertanian merupakan suatu proses perubahan di sektor Pertanian  bagi kehidupan yang dilakukan secara sengaja berdasarkan suatu rencana tertentu.  Proses pembangunan terutama bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama Petani.  Kehadiran proyek nasional Embung Mata Nai di Desa Tarusa Kecamatan Buer Kabupaten Sumbawa  yang kini dikerjakan oleh Satuan Kegiatan Danau,  Situ dan Embung II, dengan nilai kontrak Rp 4,37 Milyar tersebut akan mengairi lahan dan persawahan tadah hujan seluas lebih kurang 400 hektar.
Proyek yang sudah dilaksanakan pengerjaannya oleh DSE II tersebut ,  mulai kegiatan Kontrak 12 Mei 2020 dengan masa pelaksanaan 232 hari kelender kerja yang kini dalam tahap finishing 92 persen, dengan selesainya Embung tersebut  tentunya pendapatan petani akan semakin meningkat. Para petani bisa menambah indeks pertanaman (IP) yang semula satu musim tanam menjadi tiga kali musim tanam padi pangan per tahun, Selain itu, juga petani dapat membudidayakan pertanian palawija dan hortikultura.

Peningkatan angka tanam dengan kehadiran embung  ini , selain produksi meningkat, juga pendapatan ekonomi petani membaik , “Kehadiran bendungan Mata Nai akan berdampak pada usaha pertanian karena teraliri pasokan air irigasi dan mampu meningkatkan taraf hidup petani ”  kata kades Tarusa Khaerul Insani S. Pi kepada tim media pada rabu ( 16 / 09 )

Saat ini, petani desa Tarusa sangat membutuhkan pasokan air untuk mengaliri tanaman padinya maupun tanaman lainnya ,  pasalnya kebanyakan persawahan di sini masuk kategori sawah tadah hujan sehingga banyak petani yang mengalami gagal panen akibat curah hujan tidak menentu

“Kami berharap petani bisa tanam padi setahun tiga kali musim tanam karena pasokan air di embung matanai tersebut bisa memenuhi kebutuhan tanam padi,” katanya

Menurut Khaerul ,  terlaksananya Pembangunan embung Matanai ini,  pihak Pemdes  tarusa menunggu hampir 20 tahun , dan baru teralisasi tahun ini, hal ini akan berdampak sebagai sentra pertanian yang  mulai dirasakan manfaatnya. Daerah yang awalnya tandus kini berubah menjadi produktif dan mampu mengungkit produktivitas pertanaman setempat.

Dengan hadirnya embung ini kata kades,  banyak lahan tadah hujan yang selalu gagal panen akan menjadi lahan produktif yang dulunya  lahan tersebut dibiarkan terbengkalai saat musim kemarau karena sulitnya mendapatkan pasokan air. Tak hanya satu dua hektar lahan dan sawah seperti ini, tetapi ada sekitar 20 hektar   lahan tadah hujan yang bernasib sama dan dampak jangka panjangnya adalah mempengaruhi ketersediaan stok pangan daerah secara nasional.

Dengan hadirnya embung ini,  maka Pasokan air di desa Tarusa  akan tersedia sepanjang waktu sehingga dalam setahun masyarakat tani bisa menikmati hasil panen 3 kali. “Embung bisa meningkatkan produksi pertanian sebanyak dua hingga tiga kali lipat. Belum lagi beragam bonusnya seperti peningkatan kegiatan perikanan, pariwisata dan beragam aktivitas ekonomi lainnya,” ungkap Kades

Khaerul juga mengatakan secara ekonomi, bahwa Embung Matanai ini nantinya akan menunjukkan dampak  positif bagi pertanian dan ekonomi masyarakat desa. Sebagian besar berfungsi untuk menampung air pada musim kemarau, untuk minum ternak, pertanian dan kebutuhan rumah tangga.

” bagi masyarakat Desa Tarusa  keberadaan embung ini bisa menjadi  pengungkit ekonomi masyarakat sekaligus penolong. Secara topografi, wilayah desa Tarusa kecamatan buer ini  beriklim kering yang dipengaruhi angin musim sehingga menyebabkan kemarau selama 7 bulan (Mei-November) dan musim hujan selama 4 bulan (Desember-April). Selama musim kemarau, desa Tarusa  sangat sering mengalami kekeringan dan kekurangan air ” katanya

Dwi Supryono Sebagai Pengawas Lapangan tehnis  dari BWS,  mengatakan bahwa embung ini dibangun dengan pertimbangan hidrologis yang terletak pada outlet tangkapan air seluas 2,5 ha. Untuk menampung aliran air permukaan, ketajaman lereng tidak boleh lebih dari 25 derajat dan memiliki tanah liat. dengan daya tampung 4 juta meter kubik.

” hadirnya Embung ini nantinya Warga bisa panen padi dua – tiga  kali dalam setahun, panen sayur setiap tiga pekan, ada rumput atau pohon hijau di mana-mana, dan lingkungan sekitar sehat. Bahkan nantinya desa tarusa  menjadi pemasok sayuran dan beras untuk warga kabupaten sumbawa nantinya

Sementara Ganefo  , Ketua P3A Matanai mengatakan bahwa  penggunaan  air untuk lahan pertanian, embung ini  juga akan dikembangkan untuk kegiatan usaha perikanan tangkap di perairan umum termasuk juga sebagai sarana Pemancingan yang mempunyai nilai ekonomis.

” nantinya Pengelolaan sumberdaya ikan di embung seperti ini bisa juga melibatkan masyarakat melalui kelompok nelayan. dan diatur juga mengenai aturan alat tangkap agar ikan kecil tidak bisa ditangkap. Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) juga sebaiknya dibentuk agar bisa tetap menjaga kelestarian  embung sesuai fungsinya ” harapnya kedepan

Selaku tokoh masyarakat, Ganefo merasa bersyukur dengan hadirnya embung ini, sekarang tidak perlu bingung lagi, lahan pertanian dan perkebunan warga jadi aman tidak kekurangan air,” tuturnya.

Setidaknya ada 40 ha perkebunan rakyat dan 20 ha sawah pertanian yang menggunakan aliran air dari Embung ini . Daya tampung embung ini mencapai 15 juta liter dan dapat mengairi area hingga 2 kilometer jaraknya

ganefo meyakini, embung memiliki manfaat yang jauh lebih terasa dibandingkan sumur resapan. Bahkan bisa berdampak jangka panjang. “Cukup dengan menampung air hujan, selama musim kemarau nanti kita tidak akan kekurangan air,” tuturnya.

Selain irigasi lahan padi dan palawija, rencana lain juga tengah disiapkan untuk mengusahakan tanaman buah di area sekitar embung untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi rakyat. Termasuk rencana untuk menjadikan embung ini  sebagai salah satu tujuan wisata. “Utamanya bagaimana masyarakat memiliki pola pikir bahwa air menjadi investasi dan  tabungan untuk masa depan,” tuturnya

Sedangkan Mahdi selaku pemilik lahan yang lahannya sebagian digunakan untuk pembangunan Embung matanai tersebut, merasa bersyukur kepada BWS yang telah mengelontorkan anggaran yang cukup besar atas terlaksananya pembangunan embung ini, ” walaupun kecil akan membawa dampak yang luar biasa bagi pertanian di kecamatan buer ” katanya

Mahdi berharap kepada pihak-pihak lain yang ingin menganggu jalannya pembangunan Embung matanai ini, agar tidak mencari kepentingan dengan alasan mencari kesalahan dalam pengerjaannya ” mari kita mendukung program pemerintah pusat dengan selalu menjaga kondusifitas pembangunan yang berkesinambungan dan terukur, bukan dengan cara mencari-cari kesalahan ” katanya singkat ( Edi )

 


Spread the love

Next Post

Embung Matanai dan Air Baku Desa Tarusa, Menjawab Kebutuhan Petani

Kam Sep 17 , 2020
Spread the love      Tarusa,  Sumbawa,  bidikankameranes.com Ketahanan pangan merupakan salah satu program utama pemerintah saat ini. Oleh karena itu, perlunya didukung […]
content-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 328000631

article 328000632

article 328000633

article 328000634

article 328000635

article 328000636

article 328000637

article 328000638

article 328000639

article 328000640

article 328000641

article 328000642

article 328000643

article 328000644

article 328000645

article 328000646

article 328000647

article 328000648

article 328000649

article 328000650

article 328000651

article 328000652

article 328000653

article 328000654

article 328000655

article 328000656

article 328000657

article 328000658

article 328000659

article 328000660

article 888000061

article 888000062

article 888000063

article 888000064

article 888000065

article 888000066

article 888000067

article 888000068

article 888000069

article 888000070

article 888000071

article 888000072

article 888000073

article 888000074

article 888000075

article 888000076

article 888000077

article 888000078

article 888000079

article 888000080

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 868100051

article 868100052

article 868100053

article 868100054

article 868100055

article 868100056

article 868100057

article 868100058

article 868100059

article 868100060

article 868100061

article 868100062

article 868100063

article 868100064

article 868100065

article 868100066

article 868100067

article 868100068

article 868100069

article 868100070

article 868100071

article 868100072

article 868100073

article 868100074

article 868100075

article 868100076

article 868100077

article 868100078

article 868100079

article 868100080

cuaca 898100041

cuaca 898100042

cuaca 898100043

cuaca 898100044

cuaca 898100045

cuaca 898100046

cuaca 898100047

cuaca 898100048

cuaca 898100049

cuaca 898100050

cuaca 898100051

cuaca 898100052

cuaca 898100053

cuaca 898100054

cuaca 898100055

cuaca 898100056

cuaca 898100057

cuaca 898100058

cuaca 898100059

cuaca 898100060

cuaca 898100061

cuaca 898100062

cuaca 898100063

cuaca 898100064

cuaca 898100065

cuaca 898100066

cuaca 898100067

cuaca 898100068

cuaca 898100069

cuaca 898100070

cuaca 898100071

cuaca 898100072

cuaca 898100073

cuaca 898100074

cuaca 898100075

cuaca 898100076

cuaca 898100077

cuaca 898100078

cuaca 898100079

cuaca 898100080

cuaca 898100081

cuaca 898100082

cuaca 898100083

cuaca 898100084

cuaca 898100085

cuaca 898100086

cuaca 898100087

cuaca 898100088

cuaca 898100089

cuaca 898100090

cuaca 898100091

cuaca 898100092

cuaca 898100093

cuaca 898100094

cuaca 898100095

cuaca 898100096

cuaca 898100097

cuaca 898100098

cuaca 898100099

cuaca 898100100

cuaca 898100101

cuaca 898100102

cuaca 898100103

cuaca 898100104

cuaca 898100105

cuaca 898100106

cuaca 898100107

cuaca 898100108

cuaca 898100109

cuaca 898100110

cuaca 898100111

cuaca 898100112

cuaca 898100113

cuaca 898100114

cuaca 898100115

cuaca 898100116

cuaca 898100117

cuaca 898100118

cuaca 898100119

cuaca 898100120

cuaca 898100121

cuaca 898100122

cuaca 898100123

cuaca 898100124

cuaca 898100125

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

article 710000051

article 710000052

article 710000053

article 710000054

article 710000055

article 710000056

article 710000057

article 710000058

article 710000059

article 710000060

article 710000061

article 710000062

article 710000063

article 710000064

article 710000065

article 710000066

article 710000067

article 710000068

article 710000069

article 710000070

article 710000071

article 710000072

article 710000073

article 710000074

article 710000075

article 710000076

article 710000077

article 710000078

article 710000079

article 710000080

article 999990011

article 999990012

article 999990013

article 999990014

article 999990015

article 999990016

article 999990017

article 999990018

article 999990019

article 999990020

article 999990021

article 999990022

article 999990023

article 999990024

article 999990025

article 999990026

article 999990027

article 999990028

article 999990029

article 999990030

article 999990031

article 999990032

article 999990033

article 999990034

article 999990035

article 999990036

article 999990037

article 999990038

article 999990039

article 999990040

cuaca 638000001

cuaca 638000002

cuaca 638000003

cuaca 638000004

cuaca 638000005

cuaca 638000006

cuaca 638000007

cuaca 638000008

cuaca 638000009

cuaca 638000010

cuaca 638000011

cuaca 638000012

cuaca 638000013

cuaca 638000014

cuaca 638000015

cuaca 638000016

cuaca 638000017

cuaca 638000018

cuaca 638000019

cuaca 638000020

content-1701