Konflik Pembebasan Lahan Bandara, Diduga Kuat Didalangi Oleh Oknum Aktivis Dan Pihak Lain

Spread the love

Sumbawa barat,  bidikankameranews.com

Konflik Pro dan Kontra atas rencana pembebasan lahan  pertanian seluas 120 Ha   di Desa Kiantar  Kecamatan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat dilatarbelakangi oleh adanya Rencana pembangunan bandara baru di di Wilayah Desa Kiantar tersebut, yang berakibat pada terjadinya alihfungsi lahan pertanian. 

 

Penolakan pembangunan bandara tersebut diduga dilakukan oleh oknum aktivis dan phak lain yang  dilakukan oleh pihak ketiga dengan berupaya memprovokasi masyarakat agar tidak melepas  lahannya yang  terkena pembebasan ganti untung  dengan pembagunan bandara itu.

 

Konflik pro kontra ini memang sering terjadi dan dianggap wajar karena pada dasarnya manusia memiliki keinginan untuk menguasai dan memenangi orang lain.
 
Untuk itu dalam menjamin rasa keadilan dalam  melakukan pembebasan lahan, pemerintah telah menjamin dengan sebutan ganti untung berdasar pada keadilan kedua pihak.
Jika ditinjau dari aspek ekologi pembangunan Bandara tersebut,  bahwa kebijakan-kebijakan pemerintah untuk melakukan pemerataan pembangunan guna mencapai keharmonisan antara pembangunan dengan lingkungan.
Masyarakat yang mempunyai hak untuk tidak menjual dengan alasan apapun, meski itu untuk kepentingan umum, tetapi nilai history yang sudah mengakar pada masyarakat menjadi nilai tersendiri diminta masyarakat  untuk mendukung  terhadap pembangunan Bandara Kiantar tersebut.
Langkah-langkah yang  dilakukan dalam pembangunan Bandara Kiantar Pemerintah Daerah  melihat nilai history di Desa tersebut dan masa depan warga Kiantar jika tanahnya nanti tergusur meski sudah ada tanah relokasi. Tetapi hal yang terpenting adalah warga akan kehilangan mata pencahariannya sebagai petani jika tergusur dari tempat aslinya hal itu sudah dipikirkan oleh pihak pemerintah daerah. 
Masyarakat yang sebagian besar sebagai petani masih belum menerima kejelasan akan lapangan kerja yang dilakukan pemerintah jika tergusur. Maka, dalam proses ini pihak-pihak yang berkepentingan untuk melakukan pembangunan Bandara Kiantar selain mengganti untung dengan cara yang fair juga harus memperhatikan nasib para warga Kiantar untuk kedepannya.
Untuk itu dalam sebuah pembangunan, harus melihat tiga spek yaitu sosial, ekonomi dan lingkungan. Hubungan ketiga tersebut sangat erat tidak bisa dipisahkan untuk terciptanya pembangunan yang berkelanjutan. Ketiga aspek tersebut mempunyai sebab-akibat yang membuat tidak bisa ditinggalkan dalam menjalankan pembangunan. Hubungan ekonomi dengan sosial merupakan yang menyebabkan terciptanya keadilan.
Sementara hubungan ekonomi dengan lingkungan yang menciptakan pembangunan dapat berjalan terus. Ketiga aspek tersebut yang memiliki ketimpangan dalam proses pembangunan Bandara tersebut. Dilihat dari segi keadilan, masyarakat merasa bahwa tanah yang dimilikinya saat ini merupakan sumber penghasilan selama ini, namun apabila terjadi relokasi ditempat yang baru nantinya akan membuat mata pencarian mereka terjadi terancam karena lahan pertanian yang dimilikinya sudah tidak tersedia lagi.
Hasil investigasi tim media di Desa Kiantar pada kamis ( 20/05 ), ditemukan bocoran percakapan melalui Watshaap terkait adanya Spanduk penolakan warga atas pembebasan lahan tersebut,  diduga kuat adanya oknum aktivis yang menyuplay kain spanduk dan cat yang dibuat di salah satu rumah warga di Desa Kiantar dengan berupaya memprovokasi warga agar tidak menjual lahannya guna kepentingan pembangunan Bandara Udara. 
Hasil wawancara tim media dengan pemilik lahan Saudara Sabarudin warga Desa Kiantar mengatakan bahwa,  pemilik lahan pada dasarnya bukan menolak pembangunan Bandara Udara melakukan pembebasan lahan,  hanya saja masih terbentur masalah harga negoisasi lahan yang belum menemukan titik temu,
” intinya bukan menolak menjual,  akan tetapi belum ada kesamaan harga tertinggi sesuai yang dikatakan Bupati, kalau memang disama ratakan dengan harga tertinggi,  saya yakin masyarakat mau menjulan lahannya ” kata Sabarudin.
Sabarudin juga meminta kepada Warga Kiantar bagi yang terkena dampak lahan pembangunan Bandara Udara tersebut,  untuk tidak terpancing atas hasutan-hasutan pihak lain yang ingin menunggagi masyarakat guna mencari kepentingan pribadi,  karena kalau dilihat situasi saat ini sebagian masyarakat yang awalnya menyetujui pembebasan kini kembali menolak,  hal ini diakibatkan adanya oknum aktivis dan pihak lain yang betupaya mempengaruhi warga Kiantar untuk kepentingannya.
” saya minta aparat penegak hukum agar segera menindak tegas oknum aktivis atau pihak lain yang memprovokasi masyarakat Kiantar agar tidak mau melepas lahannya untuk Pembangunan Bandara Udara tersebut agar ditindak tegas ” kata Sabarudin.
Menurut Sabarudin,  hingga saat ini sudah ada beberapa warga yang telah membuat rekening,  namun masih ada yang melakukan negoisasi masalah harga sehingga belum ada titik temu,  ” saya berpesan kepada warga Kiantar untuk tidak terprovokasi oleh ulah Oknum aktivis ataupun pihak lain yang berupaya mempengaruhi warga agar tidak menjual lahannya, ” pesan Sabarudin
Menurut Sabarudin,  warga Kiantar selama ini selalu hidup dalam kedamaian dalam suasana kekeluargaan berdampingan satu sama lain, ” saat sosialisasi awal oleh Bupati tidak ada satupun warga yang menolak ataupun memprotes, seiring berjalannya waktu,  tiba-tiba adanya beberapa warga yang melakukan penolakan pembebabasan,  hal ini dikarenakan adanya oknum aktivis dan pihak lain yang mencuci otak warga kiantar agar tidak mau menjual lahannya dengan berbagai pandangan dan alasan,  hal ini tidak boleh dibiarkan ” kata Sabarudin mantap ( Tim media)
 
 

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Next Post

100 Hari Program Prioritas Kapolri, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Berikan Apresiasi

Kam Mei 20 , 2021
Spread the love         Sumbawa Besar NTB, bidikankameranews.com – Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Abdul Rafiq memberikan apresiasi atas pencapaian kinerja […]
content-1201

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

ayowin

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

mahjong ways slot

sbobet88

live casino online

Situs Agen Togel

MAUJP

sv388

maujp

118000061

118000062

118000063

118000064

118000065

118000066

118000067

118000068

118000069

118000070

118000071

118000072

118000073

118000074

118000075

118000076

118000077

118000078

118000079

118000080

118000081

118000082

118000083

118000084

118000085

118000086

118000087

118000088

118000089

118000090

118000091

118000092

118000093

118000094

118000095

128000061

128000062

128000063

128000064

128000065

128000066

128000067

128000068

128000069

128000070

128000071

128000072

128000073

128000074

128000075

128000076

128000077

128000078

128000079

128000080

128000081

128000082

128000083

128000084

128000085

128000086

128000087

128000088

128000089

128000090

128000091

128000092

128000093

128000094

128000095

128000096

128000097

128000098

128000099

128000100

128000101

128000102

128000103

128000104

128000105

138000061

138000062

138000063

138000064

138000065

138000066

138000067

138000068

138000069

138000070

138000071

138000072

138000073

138000074

138000075

138000076

138000077

138000078

138000079

138000080

138000081

138000082

138000083

138000084

138000085

138000086

138000087

138000088

138000089

138000090

148000086

148000087

148000088

148000089

148000090

148000091

148000092

148000093

148000094

148000095

148000096

148000097

148000098

148000099

148000100

148000101

148000102

148000103

148000104

148000105

148000106

148000107

148000108

148000109

148000110

148000111

148000112

148000113

148000114

148000115

148000116

148000117

148000118

148000119

148000120

148000121

148000122

148000123

148000124

148000125

168000051

168000052

168000053

168000054

168000055

168000056

168000057

168000058

168000059

168000060

168000061

168000062

168000063

168000064

168000065

168000066

168000067

168000068

168000069

168000070

168000071

168000072

168000073

168000074

168000075

168000076

168000077

168000078

168000079

168000080

168000081

168000082

168000083

168000084

168000085

168000086

168000087

168000088

168000089

168000090

168000091

168000092

168000093

168000094

168000095

178000076

178000077

178000078

178000079

178000080

178000081

178000082

178000083

178000084

178000085

178000086

178000087

178000088

178000089

178000090

178000091

178000092

178000093

178000094

178000095

178000096

178000097

178000098

178000099

178000100

178000101

178000102

178000103

178000104

178000105

188000176

188000177

188000178

188000179

188000180

188000181

188000182

188000183

188000184

188000185

198000061

198000062

198000063

198000064

198000065

198000066

198000067

198000068

198000069

198000070

198000071

198000072

198000073

198000074

198000075

198000076

198000077

198000078

198000079

198000080

198000081

198000082

198000083

198000084

198000085

198000086

198000087

198000088

198000089

198000090

218000071

218000072

218000073

218000074

218000075

218000076

218000077

218000078

218000079

218000080

238000021

238000022

238000023

238000024

238000025

238000026

238000027

238000028

238000029

238000030

238000031

238000032

238000033

238000034

238000035

238000036

238000037

238000038

238000039

238000040

238000041

238000042

238000043

238000044

238000045

238000046

238000047

238000048

238000049

238000050

238000051

238000052

238000053

238000054

238000055

238000056

238000057

238000058

238000059

238000060

238000061

238000062

238000063

238000064

238000065

238000066

238000067

238000068

238000069

238000070

238000071

238000072

238000073

238000074

238000075

content-1201