Konstruksi Bentangan Bendungan Bintang Bano Memenuhi Standar Kwalitas, Menunggu Diresmikan Presiden

Spread the love

Konstruksi Bentangan Bendungan Bintang Bano Memenuhi Standar Kwalitas, Menunggu Diresmikan Presiden

Sumbawa Barat, bidikankameranews.com

Bendungan Bintang Bano terletak di Desa Bangkat Monteh, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat sudah berdiri kokoh dan tinggal menunggu Presiden Republik Indonesia untuk diresmikan.
Bendungan kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Barat khususnya Kabupaten Sumbawa Barat adalah saksi dari kebersinambungan program pemerintah serta keseriusan pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk mewujudkan Kabupaten Pariri Lema Bariri, menuju KSB baik bernafaskan gotong royong.


Kehadiran Bendungan Bintang Bano tersebut mampu mengurangi banjir di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat. Baru – baru ini akibat intensitas hujan yang tinggi dalam berapa hari terakhir di Kabupaten Sumbawa Barat, membuat Daerah Aliran Sungai mengalami luapan di atas ambang normal, hal ini membuat beberapa masyarakat bersepekulasi bahwa luapan sungai diatas ambang normal diakibatkan dari dugaan akibat rembesan air dari bendungan Bintang Bano mengalami rembesan kebocoran serta bentangan bendungan yang diduga mengalami keretakan.

Untuk membuktikan Spekulasi atas isu yang berkembang tersebut, Tim media melakukan investigasi ke Bendungan Bintang Bano yang didampingi dari Konsultan Pengawas supervisi dari PT. Indra Karya (Persero) pada sabtu (04/12).


Dari hasil investigasi tersebut, tidak ditemukan adanya rembesan air maupun keretakan di bentangan Bendungan seperti yang diisukan tersebut, akan tetapi justru dengan kehadiran Bendungan Bintang Bano yang berada di wilayah Bakat Monteh tersebut, mampu mengurangi banjir Taliwang sebesar 22%.

Mursim ST selaku Konsultan Supervisi Bendungan Bintang Bano dari PT INDRA KARYA (Persero) kepada tim Media, terkait isu yang berkembang tersebut menjelaskan, bahwa debit air yang masuk ke tampungan bendungan bintang bano cukup besar sampai pada posisi elevasi 114,40 m sehingga pengisiannya hampir mencapai 87,46% dari volume tampungan sebesar 69,31 juta m3. Untuk menghindari pengisian awal waduk yang terlalu cepat, maka muka air waduk harus diturunkan secara bertahap mengikuti tahapan penjenuhan Bendungan, kata Mursim.

Mengapa harus menggunakan metode pengisian penjenuhan melalui tahapan, Mursim menjelaskan , dikarenakan kondisi awal pengisian, kenaikan muka air Waduk tidak boleh terlalu cepat, sehingga antisipasi spontanitas kenaikan muka air waduk dilakukan dengan melepas air waduk yaitu membuka pintu Spillway 1 dan 2 sesuai prosedur yang sudah ditentukan terhadap muka air makximum, dari kondisi tersebut dan untuk keamanan bendungan dilakukan pembukaan pintu Spillway secara bertahap pada malam itu sambil melakukan pemantauan di sepanjang aliran sungai Brang Rea khususnya kota Taliwang, pada saat itu air yang kita keluarkan sekitar 175 m3/dt, aturan sebenarnya yang diijinkan pelepasan air waduk maksimum 200 m3/dt” Urai Mursim.

Menurutnya, dengan kondisi hujan yang terus menerus, apalagi di seputaran Taliwang juga mendung , pihaknya mencoba melepas air Waduk dengan membuka pintu Spillay sebesar 1.25 m dan terlihat diarea aliran sungai, sisa permukaan bronjong di Sungai Taliwang tersisa 3 trap, sehingga ditetapkan bukaan pintu tersebut sambil memantau aliran sungai hilir bendungan bersama tim yang ada dan kesimpulannya kota Taliwang aman dari banjir” Katanya.

Intinya, dibukanya pintu Spillway bendungan bintang bano benar – benar dilakukan pemantauan secara kontinyu pengaruhnya seperti apa, kondisinya seperti apa, apakah ada dampak banjir atau tidak, karena pada prinsifnya dengan kehadiran bintang bano jangan lagi terjadi banjir.

Untuk diketahui, Bendungan Bintang Bano berjarak kurang lebih 35 Km dari Kota Taliwang dan kurang lebih 7 km dihulu Bendung Kalimantong II. Bendungan ini dibangun dalam dua tahap, dimana tahap I dilaksanakan pada tahun 2015 sampai tahun 2019 dan tahap II pada tahun 2020 hingga 2021.

Berdasarkan kronologis kegiatan, langkah pertama yang dilakukan untuk mewujudkan pembangunan Bendungan Bintang Bano adalah Readiness Kriteria dan kontrak konstruksi diawali oleh Pemda KSB tahun 2008-2014. Kemudian dilanjutkan dengan proses hibah aset pembangunan Bendungan Bintang Bano ke Kementerian PUPR tahun 2015. Tahap ketiga adalah kontrak konstruksi pembangunan bendungan utama tahun 2015-2019 dan kontrak konstruksi pembangunan Spillway tahun 2015-2019, serta tahap keempat atau terakhir adalah kontrak penyelesaian Bendungan Bintang Bano tahun 2020-2021.

Bendungan Bintang Bano sendiri dihajatkan oleh Pemda KSB untuk pengendali banjir (reduksi banjir) Kota Taliwang, mengairi lahan irigasi, Penyediaan air baku, pembangkit listrik tenaga air serta dipergunakan kedepan sebagai obyek wisata.

Bendungan ini dirancang mampu menyuplai air untuk daerah irigasi dengan luas 6.700 Ha, penyediaan air baku dengan debit sebesar 550 liter per detik, dan mereduksi banjir sebesar 670 meter kubik per detik. Secara perhitungan, Bendungan Bintang Bano dapat mengurangi resiko banjir sebesar 22% atau 365 m3/detik.

Potongan melintang bendungan (Maindam) dirancang dengan tipe Rockfill inti tegak, elevasi puncak 120 meter, lebar puncak 12 meter, tinggi bendungan 72 meter, kemiringan lereng hulu 1/n : 1/2 25 meter, kemiringan lereng hilir 1/n : 1/1.80 meter.

Maindam dikerjakan dengan 7 zona. Tujuh Zona tersebut dirancang untuk 2 bendungan yaitu : bendungan utama dan bendungan pengelak. Secara terperinci 7 zona tersebut adalah Zona 1, inti bendungan yang dibuat dari material tanah pilihan. Zona 2, filter halus yang melindungi depan dan belakang Zona 1. Zona 3, filter kasar yang melindungi zona 2 dari depan dan belakang, Zona 4 Rock sungai. Zona 5 Rock Quarry, Zona 6 Rip-Rap dan terakhir zona 7 Random.

Dari penjelasan diatas (Maindam), dapat diilustrasikan bahwa sebelum menghantam bendungan utama, terlebih dahulu limpahan air dari berbagai sungai menyentuh random kemudian menyentuh bendungan pengelak. Sehingganya Bendungan Bintang Bano hari ini berdiri kokoh dan sangat kecil kemungkinan terjadi keretakan.

 

Saat media ini turun ke lokasi Bendungan Bintang Bano pada, Sabtu pagi (04/12/2021), volume tampungan air waduk di bendungan Bintang Bano sebesar 52.214.646 juta m3 (68 persen) dari volume tampungan waduk normal 69.31 juta m3. Elevasi saat ini +108 meter dan elevasi muka air maksimum di elevasi +118.25 meter.

 

Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh Mursim, ST. Tenaga Ahli konstruksi non bendungan dari PT Indra Karya (Persero) di lapangan, dijelaskan bahwa proses pengisian air Bendungan Bintang Bano termasuk cukup cepat, itu disebabkan oleh debit air yang cukup besar akibat dari curah hujan yang tinggi.

Sebelum berita ini diturunkan, dilansir dari media online nasional, Jok Direktur Operasi I PT Hutama Karya (Persero) Novias Nurendra memastikan, Bendungan Bintang Bano siap diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada akhir tahun 2021. ( Edi )


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Next Post

Ketua DPC SPRI, Apresiasi Respon Cepat Kapolres KSB saat Dihubungi Wartawan

Ming Des 5 , 2021
Spread the love       (Foto Ist : Sudirman Bogie Ketua DPC SPRI Sumbawa Barat saat membuka pelatihan jurnalistik untuk mahasiswa) Bidikamkameranews.com […]
content-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 888000091

article 888000092

article 888000093

article 888000094

article 888000095

article 888000096

article 888000097

article 888000098

article 888000099

article 888000100

cuaca 898100116

cuaca 898100117

cuaca 898100118

cuaca 898100119

cuaca 898100120

cuaca 898100121

cuaca 898100122

cuaca 898100123

cuaca 898100124

cuaca 898100125

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

cuaca 898100136

cuaca 898100137

cuaca 898100138

cuaca 898100139

cuaca 898100140

cuaca 898100141

cuaca 898100142

cuaca 898100143

cuaca 898100144

cuaca 898100145

cuaca 898100146

cuaca 898100147

cuaca 898100148

cuaca 898100149

cuaca 898100150

cuaca 898100151

cuaca 898100152

cuaca 898100153

cuaca 898100154

cuaca 898100155

article 999990061

article 999990062

article 999990063

article 999990064

article 999990065

article 999990069

article 999990070

article 999990071

article 999990072

article 999990073

article 999990074

article 999990075

article 710000131

article 710000132

article 710000133

article 710000134

article 710000135

article 710000136

article 710000137

article 710000138

article 710000139

article 710000140

article 710000141

article 710000151

article 710000152

article 710000153

article 710000154

article 710000155

article 710000156

article 710000157

article 710000158

article 710000159

article 710000160

article 710000161

article 710000162

article 710000163

article 710000164

article 710000165

article 710000166

article 710000167

article 710000168

article 710000169

article 710000170

article 710000171

article 710000172

article 710000173

article 710000174

article 710000175

article 710000176

article 710000177

article 710000178

article 710000179

article 710000180

cuaca 638000091

cuaca 638000092

cuaca 638000093

cuaca 638000094

cuaca 638000095

cuaca 638000096

cuaca 638000097

cuaca 638000098

cuaca 638000099

cuaca 638000100

cuaca 638000101

cuaca 638000102

cuaca 638000103

cuaca 638000104

cuaca 638000105

budaya 538000031

budaya 538000032

budaya 538000033

budaya 538000034

budaya 538000035

budaya 538000036

budaya 538000037

budaya 538000038

budaya 538000039

budaya 538000040

budaya 538000046

budaya 538000047

budaya 538000048

budaya 538000049

budaya 538000050

budaya 538000051

budaya 538000052

budaya 538000053

budaya 538000054

budaya 538000055

budaya 538000056

budaya 538000057

budaya 538000058

budaya 538000059

budaya 538000060

psda 438000036

psda 438000037

psda 438000038

psda 438000039

psda 438000040

psda 438000041

psda 438000042

psda 438000043

psda 438000044

psda 438000045

psda 438000046

psda 438000047

psda 438000048

psda 438000049

psda 438000050

psda 438000051

psda 438000052

psda 438000053

psda 438000054

psda 438000055

psda 438000056

psda 438000057

psda 438000058

psda 438000059

psda 438000060

psda 438000061

psda 438000062

psda 438000063

psda 438000064

psda 438000065

psda 438000066

psda 438000067

psda 438000068

psda 438000069

psda 438000070

psda 438000071

psda 438000072

psda 438000073

psda 438000074

psda 438000075

psda 438000076

psda 438000077

psda 438000078

psda 438000079

psda 438000080

psda 438000081

psda 438000082

psda 438000083

psda 438000084

psda 438000085

psda 438000086

psda 438000087

psda 438000088

psda 438000089

psda 438000090

psda 438000091

psda 438000092

psda 438000093

psda 438000094

psda 438000095

psda 438000096

psda 438000097

psda 438000098

psda 438000099

psda 438000100

psda 438000101

psda 438000102

psda 438000103

psda 438000104

psda 438000105

psda 438000106

psda 438000107

psda 438000108

psda 438000109

psda 438000110

content-1701