
Sumbawa Besar, bidikankameranews.com (15 Juni 2026) – Meriah, Festival Melala minyak sumbawa yang digelar di Rumah Aspirasi Johan Rosihan. Sejumlah Sandro (orang pintar) bersama timnya dari berbagai kecamatan sangat antusias membuat ramuan dari sejumlah bahan dasar yakni kayu kayuan hutan yang berkhasiat tinggi.
Dalam gelaran Festival Melala ini, berbagai penampilan disuguhkan, diantaranya sakeco dari sanggar seni Cinde Bulaeng, launching lagu ciptaan H. Johan Rosihan berjudul Samawa Ling Ate yang diaransemen oleh L. Ayuk dan Apang. Bakelung dan paduan suara oleh siswa alumni
sekolah pilar muda pimpinan Dr. Miftahul Arzak, serta Majelis taklim PKK Kelurahan Pekat
Perwakilan dari 10 sandro melala diberikan apresiasi oleh H. Johan Rosihan. Beberapa minyak sumbawa yang diramu diantaranya :
1. Minyak Ble Mokan dari Desa Mamak Kec. Lopok khasiat menambah stamina pria dewasa, juga ikhtiar bagi pasangan yang tidak memiliki anak.
2. Minyak Kuat Monga dari Kecamatan Rhee khasiat untuk stamina pria dalam bahasa sumbawa diistilahkan “saruret ade bengkok”.
3. Minyak Raboran
4. Minyak Tear Nuntang Mangan Petang dari Batu Tering Kec. Moyo Hulu khasiat tambah stamina, pegal linu, dan lain lain.
5. Minyak Mesang Gerap Desa Semamung Kec. Moyo Hulu
Sebelumnya, penggagas kegiatan Festival Melala, H. Johan Rosihan menegaskan, pihaknya sengaja mengadakan acara pada malam ini karena bertepatan dengan malam pergantian tahun baru muharram 1448 H.
“Untuk diketahui, pergantian tahun baru islam bertepatan dengan waktu maghrib, tidak seperti pergantian tahun baru masehi yang waktunya tepat pukul 00”, ungkap H. Johan.
kegiatan ini sebagai bentuk hilirisasi program sumbawa hijau lestari, sebab seluruh bahan dasar ramuan minyak sumbawa berasal dari kayu hutan. ada 44 jenis kayu yang sifatnya Teruk Dengan (menusuk teman), kayu yang menumpang hidup di atas teman (kayu tedu pang bao dengan). Ini semua lahir dari identitas hutan kita seperti kayu sumbawa, madu sumbawa, dan lainnya yang merupakan hilirisasi sumbawa hijau lestari, tegas H. Johan.
H. Johan berharap jangan sampai identitas kesumbawaan luntur, kegiatan ini salah satu upaya mengembalikan marwah minyak sumbawa sebagai identitas kesumbawaan.
“Minyak sumbawa bukan sekedar memperlancar aliran darah tapi banyak khasiat lainnya yang kurang diketahui oleh masyarakat luas”, tandasnya. (Jim)













