
Sumbawa Besar, bidikankameranews.com – PT Medco Power Indonesia bersama Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) menjajaki kerja sama dengan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang energi terbarukan. Pertemuan berlangsung di Kampus UTS, Kamis (2/7), melalui forum diskusi dan presentasi program.
Delegasi PT Medco Power Indonesia dipimpin Adrianto Darmoyo selaku Project Manager. Sementara GIZ diwakili Sebastian Maerz sebagai Project Lead. Keduanya memaparkan rencana kolaborasi melalui program Upskilling Initiative for the Energy Transition in Indonesia.
Dalam paparannya, Adrianto Darmoyo menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia untuk mendukung transisi energi di Indonesia. Program akan dijalankan pada periode 2026–2028 melalui kemitraan antara Medco Power Indonesia dan GIZ.
“Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi di bidang energi terbarukan melalui pengembangan program pelatihan, Training of Trainers bagi dosen, pelatihan mahasiswa, hingga kegiatan diseminasi kepada masyarakat. Kami melihat perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan talenta transisi energi.”
Sebastian Maerz menambahkan bahwa program tidak hanya berorientasi pada pelatihan. Menurutnya, kolaborasi juga diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri energi bersih.
“Kami ingin memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri. Karena itu, kami berdiskusi mengenai kompetensi yang dibutuhkan, rencana pelatihan, serta kesiapan fasilitas pembelajaran energi terbarukan yang dimiliki UTS.”
Dalam presentasi tersebut, Medco Power juga memaparkan rekam jejak perusahaan dalam pengembangan energi bersih di Indonesia. Perusahaan telah mengembangkan berbagai pembangkit berbasis panas bumi, minihidro, dan tenaga surya. Medco juga menegaskan komitmennya terhadap dekarbonisasi dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Wakil Rektor IV UTS, Muhammad Iqbal, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai kolaborasi dengan Medco Power Indonesia dan GIZ sejalan dengan komitmen UTS dalam memperkuat pendidikan yang berdampak bagi pembangunan daerah dan nasional.
“Kami menyambut baik penjajakan kerja sama ini. UTS memiliki komitmen untuk menjadi kampus yang adaptif terhadap kebutuhan industri. Program ini membuka peluang bagi dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi di bidang energi terbarukan sekaligus memperluas jejaring kolaborasi internasional.”
Direktur Kerja Sama UTS, Putri Indah Kencana, S.T., mengatakan UTS memiliki kesiapan untuk mendukung pengembangan program tersebut. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan mitra internasional menjadi langkah penting dalam menyiapkan sumber daya manusia masa depan.
“Kami berharap diskusi ini menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan. UTS siap berkontribusi melalui penguatan kurikulum, pengembangan kapasitas dosen, serta pemanfaatan laboratorium dan fasilitas pembelajaran untuk mendukung program transisi energi.”
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya kolaborasi antara UTS, PT Medco Power Indonesia, dan GIZ. Kerja sama itu diarahkan untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia sekaligus mendukung percepatan transisi menuju energi bersih di Indonesia. (*)













