Kadikbud KSB Tunjuk 10 SMP Jadi Pilot Project Microset Go Jamu Sumbar
Sumbawa Barat , bidikankameranews.com
Dalam meningkatkan Kwalitas Pendudikan yang bermutu dan mempunyai Sumber Daya Manusia yang handal, sebagai langkah maju dalam meningkatkan literasi dan dan numerasi siswa-siswi jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dinas Pendidikan Kabupaten Sumbawa Barat terus melakukan terobosan inovasi , salah satu inovasi yang dilakukan melalui sistim microset Guru Alo Jango Murid Sumbawa Barat yang selanjutnya disingkat Go Jamu Sumbar.
Untuk itu, Dikbud Sumbawa Barat melalui Satuan pendidikan yang menjadi pilot Project dari microset itu menunjuk 10 pendidikan Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) adalah SMPN 1 Taliwang, SMP 3 Taliwang, SMPN 1 Seteluk, SMPN 1 Poto Tano, SMPN 3 Poto Tano, SMPN 1 Brang Ene, SMPN 1 Brang Rea, SMPN Jereweh, SMPN 1 Maluk dan terakhir SMPN 1 Sekongkang.
“Kami menggunakan microset Go Jamu Sumbar merupakan upaya dan strategi dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa-siswi SMP. Karena berdasarkan raport pendidikan, nilai mereka masih rendah berada dibawah 50 persen,” terang Kepala Dinas Dikbud, Khusnarti S.Pd
Dikatakannya lagi, inovasi berbasis digital yang sedang kami lakukan saat ini merupakan brand (ciri) strategi kebijakan peningkatan budaya literasi serta numerasi pada siswa-siswi sekolah.
“Insya Allah, selama kita terus berikhtiar akan membuahkan hasil. Termasuk juga pemerintah berencana untuk semua sekolah,” terangnya.
Didalam mengimplementasikan microset Go Jamu Sumbar ini, beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan ikut terlibat. Pertama, Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) sebagai leading sektor yang akan membantu sarana serta memperkuat jaringan Signal agar semua siswa-siswi yang ada di sekolah masing-masing mudah mengaksesnya. Begitu juga dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) untuk berkolaborasi mengenai fitur-fitur apa yang mesti ditambah dalam Microset itu guna meningkat literasi dan numerasi siswa. Dinas Sosial juga ada kaitannya dengan Go jamu Sumbar ini. Karena anak dari Program Keluarga Harapan (PKH) serta anak yang mendapat Kartu Indonesia Pintar (KIP) itu akan didata. ( Edi )














